Larang Ada Kursi Haji Kosong, Menhaj Tegaskan KBIHU Jangan Cawe-Cawe

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, tidak boleh ada satu pun kursi haji yang kosong menjelang operasional keberangkatan tahun 1447 H/2026 M. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Asrama Haji Semarang bersama dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Menhaj menyoroti tiga isu krusial yang harus segera dibenahi, yakni optimalisasi serapan kuota, standardisasi fasilitas asrama, serta penegakan aturan terhadap kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU).

Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat untuk mengisi sisa kuota akibat adanya calon jamaah yang wafat, sakit, atau mengundurkan diri. Sistem Siskohat di daerah-daerah dimintanya supaya lebih proaktif. Harapannya, semua kursi yang kosong segera diisi oleh calon jamaah cadangan yang telah melunasi biaya.

“Saya tidak ingin melihat ada satu kursi pun yang kosong atau mubazir hanya karena lambatnya administrasi mitigasi. Setiap kursi adalah harapan jamaah yang sudah mengantre belasan tahun,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Irfan ini, dikutip dari siaran pers pada Sabtu (4/4/2026).

Selain memberi arahan soal kuota, Gus Irfan juga meninjau langsung fasilitas di Asrama Haji Semarang, Semarang, Jawa Tengah. Ia memberi tenggat waktu ketat agar seluruh perlengkapan jamaah, seperti koper dan atribut haji, sudah diterima 100 persen sebelum calon jamaah haji memasuki asrama.

Kelayakan fasilitas menjadi perhatian serius, mulai dari kualitas kasur, pendingin ruangan (AC), hingga katering dengan menu khusus bagi calon jamaah lansia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|