REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Striker andalan Iran, Sardar Azmoun, dikeluarkan dari skuad nasional menjelang laga uji coba Piala Dunia di tengah laporan dugaan pelanggaran loyalitas terhadap pemerintah.
Keputusan mengejutkan itu muncul setelah nama Azmoun tidak tercantum dalam daftar 35 pemain yang diumumkan pelatih Amir Ghalenoei untuk menghadapi Nigeria dan Kosta Rika dalam laga persahabatan di Antalya, Turki.
Absennya penyerang yang telah mengoleksi 57 gol dari 91 penampilan internasional itu langsung memicu spekulasi. Sejumlah media Iran melaporkan, Azmoun dicoret karena dianggap melakukan tindakan yang tidak sejalan dengan pemerintah.
Pemain yang kini membela klub Shabab Al-Ahli tersebut disebut memicu kontroversi usai mengunggah foto pertemuannya dengan penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, di media sosial.
Situasi ini semakin sensitif mengingat ketegangan geopolitik antara Iran dan Uni Emirat Arab yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Laporan dari Fars News Agency bahkan menyebut keputusan pencoretan Azmoun berasal dari sumber internal tim nasional.
Namun, hingga kini Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait status sang pemain.
Di tengah polemik tersebut, persiapan Iran menuju Piala Dunia FIFA 2026 juga dibayangi ketidakpastian. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya berpotensi memengaruhi partisipasi mereka dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sementara itu, pelatih Ghalenoei tetap memasukkan sejumlah nama baru, termasuk striker kelahiran Jerman, Dennis Eckert, yang memiliki garis keturunan Iran dan kini bermain di klub Belgia, Standard Liege.
sumber : Reuters

1 week ago
21













































