Sambaran Petir di Stadion Thailand, Pemain Yala FC Tewas

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Kamis, 06 Agustus 2026 03:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Pertandingan sepak bola FA Golok Cup di Stadion Santiphap, Sungai Golok, Thailand, berakhir tragis setelah sambaran petir menghantam area lapangan pada Selasa (4/8/2026) sore. Insiden yang terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan stadion itu menyebabkan seorang pemain meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal diketahui bernama Sofwan Awae (24), pesepak bola yang memperkuat Yala FC. Selain menewaskan Sofwan, sambaran petir tersebut juga mengakibatkan lebih dari sembilan orang terluka, termasuk seorang warga negara Malaysia yang berada di lokasi pertandingan.

Kepala Kepolisian Sungai Golok, Kolonel Thun Sirikhunt, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat ketika pertandingan masih berlangsung. Cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut diduga menjadi pemicu terjadinya sambaran petir di area stadion.

Menurut Thun, petir menyambar bagian tengah lapangan secara tiba-tiba dan menyebabkan sejumlah pemain serta orang yang berada di sekitar lokasi terdampak.

"Insiden tersebut menyebabkan lebih dari sembilan orang terluka, sementara seorang warga negara Thailand, Sofwan Awae (24 tahun), pemain Yala FC, meninggal dunia," ujar Thun seperti dikutip Bernama, Rabu (5/8/2026).

Korban asal Malaysia yang mengalami luka diketahui bernama Mohamad Alif Ezzahan Zulkifli (22). Namun hingga kini pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai tingkat keparahan cedera yang dialaminya.

Polisi menerima laporan darurat sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Setelah menerima informasi tersebut, petugas bersama tim penyelamat segera menuju Stadion Santiphap untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada para korban.

Saat tiba di lokasi, aparat menemukan Sofwan dalam kondisi kritis akibat dampak langsung sambaran petir. Tim medis yang berada di lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan darurat sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Meskipun tim medis darurat telah berupaya keras untuk menyelamatkannya, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya dalam insiden tersebut," kata Thun.

Seluruh korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sungai Golok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kondisi terbaru para korban yang masih menjalani penanganan medis.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut. Aparat juga mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi dan pihak terkait guna mengetahui detail insiden yang terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko aktivitas olahraga di ruang terbuka saat terjadi cuaca buruk. Sambaran petir merupakan salah satu ancaman yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama ketika hujan deras disertai awan badai melanda area pertandingan.

Insiden di Stadion Santiphap menjadi pengingat bagi penyelenggara kompetisi olahraga untuk memperketat prosedur keselamatan dan mempertimbangkan penghentian sementara pertandingan ketika kondisi cuaca dinilai berbahaya. Evaluasi terhadap standar keselamatan pertandingan juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko serupa pada masa mendatang.

Tragedi yang menimpa Sofwan Awae tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan setimnya di Yala FC, tetapi juga mengguncang dunia sepak bola lokal Thailand yang kehilangan salah satu pemain mudanya dalam peristiwa yang terjadi di luar dugaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|