Rugi Hingga Rp 20 Miliar, Mitra Travel Hanania Lapor ke Polda Metro Jaya

2 weeks ago 27

Markas Polda Metro Jaya di Semanggi, Jakarta Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain ratusan jamaah yang menjadi korban penipuan, puluhan mitra PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania pun mengalami kerugian. Mereka pun melaporkan Direktur Hanania ke Polda Metro Jaya lantaran jamaah para mitra tak kunjung berangkat untuk menunaikan ibadah umrah.

Perwakilan mitra Hanania, Rachmat Gumilar, mengatakan pihaknya menjadi korban dari dugaan penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah itu. Pasalnya, keberangkatan umrah yang dijanjikan Hanania tak kunjung terlaksana hingga hari ini.

"Ya kita akan melaporkan ya, dugaan penipuan seperti itu ya, atas ketidakberangkatannya jemaah-jemaah," kata Rachmat di Markas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Rachmat mengatakan, total ada 85 mitra dari Hanania yang datang ke Polda Metro Jaya hari ini. Mitra yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia itu disebut mengalami kerugian hingga Rp 20 miliar. "Total mitra yang akan melapor kurang lebih sekitar 85 mitra, ya. Kemudian total kerugian mitra kurang lebih sekitar 15 sampai 20 miliar," ujarnya.

Menurut dia, para calon jamaah dari mitra itu berbeda dengan calon jamaah langsung dari Hanania. Rachmat memperkirakan, total kerugian dari dugaan penipuan mencapai lebih dari Rp 50 miliar.

Rachmat menyebutkan, rincian kerugian yang dialami para mitra bervariasi, yaitu antara Rp 100 juta hingga Rp 300 juta. Pasalnya, para mitra juga telah berinvestasi untuk bisa mencari jamaah.

Dia menerangkan, hubungan para mitra dengan Hanania bermula sejak 2025. Ketika itu, para mitra mencari jamaah yang hendak berangkat umrah dan bekerja sama dengan Hanania untuk keberangkatannya.

Menurut dia, awalnya keberangkatan para jamaah berjalan dengan lancar. Bahkan, para jamaah memberikan komentar positif menggunakan jasa Hanania untuk menunaikan ibadah umrah. Alhasil, makin banyak masyarakat yang tertarik untuk berangkat umrah dengan layanan tersebut.

Namun, masalah mulai muncul pada awal 2026 ketika keberangkatan sejumlah jamaah tertunda. Manajemen Hanania beralasan tidak bisa berangkatnya jamaah adalah karena adanya konflik di Timur Tengah. "Yang kita rasakan adalah ketika masalah itu terjadi ketika memang awal 2026 ya, lebih tepatnya ketika clash, perang, seperti itu," kata Rachmat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|