Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN/WASHINGTON — Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyatakan pasukan Iran telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai balasan atas serangan AS terhadap fasilitas militer dan sipil di Iran selatan.
Dalam pidatonya yang disiarkan lembaga penyiaran negara IRIB, Zolfaghari mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan berat pada infrastruktur, fasilitas, serta persenjataan dan peralatan musuh. Ia juga mengklaim "sejumlah besar" komandan dan prajurit AS tewas atau terluka."Operasi ofensif terhadap AS ini akan terus berlanjut sampai mereka menyesali kejahatan mereka," ujar Zolfaghari seperti dilansir Al Jazeera, Rabu(2/9/2026).
Ia memperingatkan bahwa serangan AS yang berlanjut akan dibalas dengan respons yang "lebih berat, lebih luas, dan lebih merusak." Zolfaghari menambahkan, negara mana pun yang bekerja sama dengan militer AS harus bersiap menanggung konsekuensi berbahaya.
Eskalasi konflik ini kian meluas ke beberapa negara di kawasan. Di Kuwait, pihak militer menyatakan sedang merespons apa yang mereka sebut sebagai serangan drone musuh menyusul aksi terbaru Iran. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ledakan yang terdengar warga merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mengintersepsi drone musuh, seraya mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan keselamatan dan keamanan.
Di Yordania, pihak militer mengonfirmasi sebanyak 13 rudal memasuki ruang udara kerajaan tersebut. Sebanyak 10 rudal berhasil dihancurkan, sementara tiga rudal menerobos dan jatuh di wilayah terpencil yang jauh dari pemukiman penduduk.
Di Bahrain, warga diimbau untuk segera berlindung setelah Iran mengklaim melancarkan serangan drone skala besar ke Pangkalan Udara Sheikh Isa. Serangan tersebut menargetkan instalasi radar dan area konsentrasi pasukan AS. Sejauh ini, belum ada konfirmasi independen mengenai serangan-serangan tersebut maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkannya.
Melihat dinamika yang terjadi, eskalasi besar-besaran tengah melanda kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran global bahwa konflik ini akan meluas jauh melebihi batas wilayah Iran.

2 hours ago
4

















































