
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melanjutkan penanganan ruas Jalan Prangkokan-Kebonharjo di Kapanewon Samigaluh pada 2026. Proyek senilai Rp12,7 miliar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Perbukitan Menoreh.
Pembangunan tahun ini merupakan lanjutan dari pekerjaan yang telah dilakukan pada 2025. Ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer dan masuk dalam program pemanfaatan ruang satuan strategis Perbukitan Menoreh Kulonprogo.
Perbaikan dan pelebaran jalan dinilai penting karena selama ini akses di kawasan tersebut masih terbatas. Kondisi badan jalan yang relatif sempit kerap menjadi kendala bagi mobilitas warga, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Menurutnya, akses jalan yang memadai akan mempercepat mobilitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah perbukitan.
“Jalan menjadi sangat penting. Jika akses tidak lancar, maka mobilitas warga untuk membawa hasil bumi atau beraktivitas sehari-hari akan terhambat. Kami hadir untuk memastikan akses ini menjadi lebih baik agar ekonomi masyarakat semakin meningkat,” katanya, Kamis (2/7/2026).
Agung menilai keberhasilan proyek tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat. Sejumlah warga secara sukarela merelakan sebagian tanah, bangunan, maupun tanaman yang terdampak pelebaran jalan tanpa meminta kompensasi materiil.
Langkah tersebut dinilai mempercepat proses pembangunan sekaligus menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya infrastruktur bagi kepentingan bersama.
Meski demikian, Pemkab Kulonprogo memastikan hak-hak administrasi warga tetap mendapat perlindungan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Kantor Pertanahan untuk mempercepat proses penyesuaian dan penerbitan kembali sertifikat tanah yang terdampak pelebaran jalan.
Agung menegaskan seluruh proses penggantian sertifikat dilakukan tanpa biaya bagi masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.
“Pemerintah memastikan sertifikat perubahan diganti dengan baik dan tanpa dipungut biaya. Ini bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kulonprogo, Septi Adi, menjelaskan kontrak pekerjaan telah dimulai pada pertengahan Juni lalu.
Menurutnya, pekerjaan fisik tahun ini difokuskan pada ruas jalan sepanjang sekitar 1,4 kilometer yang merupakan bagian dari jaringan jalan kabupaten di kawasan Menoreh.
“Kontrak sudah berjalan sejak 17 Juni. Panjang ruas yang ditangani sekitar 1,4 kilometer,” kata Septi.
Sementara itu, Lurah Kebonharjo Sugimo menilai proyek tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Ia menyebut peningkatan akses jalan akan memberikan manfaat besar bagi warga yang selama ini mengandalkan sektor pertanian dan usaha kecil sebagai sumber penghidupan.
Sugimo mengungkapkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat telah menghasilkan kemajuan signifikan. Di wilayah Kalurahan Kebonharjo, sedikitnya enam ruas jalan kabupaten telah dinyatakan clear sehingga siap mendukung program pembangunan infrastruktur.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Warga mendukung pembangunan dan pemerintah memfasilitasi pengurusan sertifikat hingga kembali kepada pemiliknya,” ujarnya.
Dengan berlanjutnya pembangunan Jalan Prangkokan-Kebonharjo, akses menuju kawasan Perbukitan Menoreh diharapkan semakin baik. Selain mempermudah mobilitas warga, peningkatan kualitas jalan juga diyakini dapat memperkuat konektivitas antarkalurahan, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Samigaluh dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































