Robotik dan AI Bisa Bantu Operasi Bedah Ortopedi, Ini Penjelasan Pakar

6 hours ago 3

Robotik dan AI Bisa Bantu Operasi Bedah Ortopedi, Ini Penjelasan Pakar

Forum IHKS 2026 di Jogja menghadirkan 100 ahli ortopedi dari 15 negara untuk membahas sendi, operasi robotik, hingga AI dalam dunia medis. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Ratusan ahli bedah ortopedi dari 15 negara berkumpul di Jogja dalam Forum Ilmiah Tahunan Indonesian Hip and Knee Society (IHKS) 2026, Kamis (21/8/2026). Selain membahas penanganan masalah panggul dan lutut, forum tersebut menyoroti perkembangan teknologi robotik dan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia medis khususnya untuk mendukung operasi bedah.

Forum ilmiah yang digelar secara berkala itu menjadi ruang bagi para ahli untuk memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan ilmu dan teknologi medis. Pembahasan diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas penanganan pasien, khususnya yang mengalami gangguan pada panggul dan lutut.

President IHKS Rizki Rahmadian mengatakan persoalan sistem muskuloskeletal, tulang, dan sendi banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan produktivitas sehari-hari.

"Pada kegiatan kali ini kami mengusung tema Preserve or Replace. Maksudnya, apakah sendi pasien itu akan kita pertahankan atau diganti. Operasi ganti sendi memang banyak dilakukan, tetapi tidak ada yang lebih baik daripada mempertahankan sendi aslinya jika memungkinkan," ujar Rizki yang juga Dokter Spesialis Ortopedi RSUP Sardjito ini.

Teknologi robotic-assisted surgery menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Ilmiah Tahunan IHKS 2026. Teknologi tersebut digunakan dalam bedah panggul dan lutut untuk membantu dokter melakukan pengukuran serta pemasangan implan secara lebih presisi.

Rizki menjelaskan sistem robotik juga membantu menjaga stabilitas selama prosedur operasi. Meski demikian, kendali dan keputusan medis tetap berada pada dokter bedah.

"Meskipun dipandu oleh robotik, penggerak dan pemikirannya tetaplah dokter bedah. Robot berfungsi sebagai pembantu agar hasil operasi lebih presisi dan stabil, meminimalkan keterbatasan fisik manusia seperti kelelahan atau tremor," terang Rizki.

Selain robotik, penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia medis juga menjadi perhatian. Teknologi tersebut dinilai berpotensi membantu diagnosis, pengolahan data medis, hingga memprediksi hasil tindakan (predictive result).

"Pemanfaatan AI masih bergantung pada kesiapan big data medis yang akurat di Indonesia. Verifikasi oleh dokter juga tetap menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi tersebut," katanya.

Dipertahankan atau Diganti

Forum IHKS 2026 berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan berupa workshop dan sesi ilmiah interaktif. Para peserta membahas berbagai pendekatan untuk mempertahankan sendi maupun melakukan penggantian sendi ketika diperlukan.

"Kami berdiskusi dan menyebarkan ilmu pengetahuan kepada sejawat ortopedi di seluruh Indonesia, tentang bagaimana meningkatkan pengetahuan dalam mempertahankan sendi maupun tindakan penggantian sendi demi meningkatkan kualitas hidup pasien," katanya.

Chairman IHKS Aditya Fuad Robby Triangga mengatakan gelaran dua tahunan tersebut menghadirkan 100 pembicara ahli.

"Kami mengundang sebanyak 100 pembicara, yang terdiri dari 24 international speakers dari 15 negara serta sekitar 76 speaker nasional dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuan utamanya adalah transfer of knowledge agar standar pengobatan ortopedi di Indonesia sejalan dengan standar internasional," jelas Dokter Spesialis Ortopedi RS Bethesda Jogja.

Kolaborasi dalam forum tersebut juga melibatkan organisasi ortopedi lainnya, termasuk Indonesian Musculoskeletal Oncology Society (INAMSOS). Keterlibatan tersebut ditujukan untuk memperkuat penanganan kasus-kasus yang lebih kompleks.

Upaya mempertahankan fungsi anggota gerak tidak hanya berkaitan dengan pasien yang mengalami kerusakan sendi degeneratif. Persoalan serupa juga dapat ditemukan pada kasus tumor muskuloskeletal dan kanker tulang.

President INAMSOS, Dokter Spesialis Onkologi Mujaddid Idulhaq turut menekankan pentingnya pendekatan yang tepat agar pasien mendapatkan penanganan yang paling optimal. Pembahasan mengenai fungsi anggota gerak tersebut menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan antarspesialis dalam forum IHKS 2026.

"Para ahli tidak hanya mendiskusikan pilihan mempertahankan atau mengganti sendi, tetapi juga perkembangan teknologi yang mendukung tindakan operasi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|