Newswire Jum'at, 21 Agustus 2026 23:17 WIB

Foto ilustrasi ebola dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, MOSKOW—Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) menyebar dengan cepat. Koordinator Senior PBB untuk Ebola di RD Kongo, Julien Harneis, mengatakan separuh dari 2.500 kasus kematian akibat Ebola terjadi dalam 20 hari terakhir.
Harneis menyampaikan kondisi tersebut saat konferensi pers di Jenewa. Menurut dia, tambahan sumber daya sangat dibutuhkan untuk mengendalikan wabah yang berlangsung di wilayah seluas Prancis tersebut.
Wabah itu juga berlangsung di tengah kondisi RD Kongo yang telah terdampak konflik bersenjata selama 30 tahun. Situasi tersebut membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak semakin tinggi.
Kasus Ebola Capai 5.208
Institut Kesehatan Masyarakat Nasional RD Kongo pada Kamis (20/8) melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola meningkat menjadi 5.208 kasus. Angka kematian tercatat mencapai 2.476 orang.
Wabah Ebola tersebut diumumkan pada 15 Mei lalu. Wabah ini berbeda dari sebagian besar wabah sebelumnya karena belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis patogen baru bernama Bundibugyo.
Wabah Ebola terbaru di Kongo telah menjadi wabah terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah infeksi yang tercatat.
Kongo sebelumnya telah melaporkan 3.973 kasus dengan 1.801 kematian sejak wabah dinyatakan merebak pada pertengahan Mei 2026, berdasarkan laporan situasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Kongo.
WHO Perkuat Strategi Penanganan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (6/8/2026) menyatakan telah menyepakati strategi bersama dengan para mitra penanggulangan untuk menghentikan peningkatan wabah Ebola di RD Kongo.
Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus mengatakan strategi respons perlu disesuaikan dengan perkembangan wabah yang berlangsung cepat.
“Memperkuat koordinasi di bawah kepemimpinan pemerintah DRC, dan memastikan bahwa semua mitra bekerja sama untuk menerapkan strategi bersama kami untuk menghentikan wabah ini,” kata Ghebreyesus di X.
Ghebreyesus tiba di Kongo minggu ini untuk kedua kalinya sejak wabah dimulai. Ia mengatakan penguatan kolaborasi menjadi salah satu kebutuhan dalam menghadapi wabah dan situasi kemanusiaan yang lebih luas.
“Kami sepakat tentang perlunya memperkuat kolaborasi di seluruh respons Ebola dan upaya kemanusiaan yang lebih luas.”
Wabah Menjangkau Lima Provinsi
Epidemi tersebut telah memengaruhi 51 zona kesehatan di lima provinsi, yakni Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tshopo.
Ituri masih menjadi pusat utama wabah. Provinsi tersebut menyumbang 87,1 persen dari total kasus kumulatif.
WHO bersama pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) serta mitra lainnya menggelar pertemuan pada Rabu dengan sejumlah pemimpin Kongo dan mitra penanggulangan di Kinshasa.
Pertemuan itu menyoroti pentingnya terus melindungi dan mendukung petugas kesehatan serta pekerja komunitas yang berada di garda terdepan.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan peralatan pelindung diri yang memadai serta kompensasi atas pekerjaan mereka.
Ghebreyesus mengatakan WHO akan terus bekerja sama dengan pemerintah Kongo, CDC Afrika, dan mitra lainnya untuk memastikan respons yang dilakukan sesuai dengan skala dan urgensi keadaan darurat.
Respons Ebola Butuh Dana US$1,4 Miliar
Menurut CDC Africa, rencana aksi tanggap dan kesiapan menghadapi wabah Ebola di benua Afrika membutuhkan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS.
Direktur Jenderal CDC Africa Jean Kaseya mengatakan lebih dari 420 juta dolar AS telah dimobilisasi untuk menahan wabah tersebut.
Di bawah kepemimpinan pemerintah Kongo, para mitra kini mengintensifkan sejumlah langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi deteksi dini, pelacakan kontak, akses terhadap perawatan berkualitas, dan keterlibatan dengan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































