
UMY naik 42 peringkat di QS WUR 2027 berkat jaringan riset internasional yang melonjak 92 persen dan menjadi kampus Islam terbaik di Indonesia. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat capaian penting dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027. Kenaikan signifikan pada indikator International Research Network atau jaringan riset internasional menjadi faktor utama yang mengerek posisi UMY hingga naik 42 peringkat sekaligus memperkuat statusnya sebagai universitas Islam terbaik di Indonesia.
Peningkatan tersebut ditopang oleh penguatan kolaborasi penelitian internasional yang dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya, skor UMY pada indikator jaringan riset global melonjak hingga 92 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pencapaian paling menonjol dalam evaluasi QS WUR 2027.
Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Slamet Riyadi mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam membangun dan menjaga kerja sama penelitian lintas negara secara berkelanjutan.
"Peningkatan skor paling masif terjadi di sektor International Research Network. Hal ini membuktikan bahwa kami sukses mengelola kemitraan riset global yang tidak sekadar formalitas, melainkan aktif dan produktif di berbagai belahan dunia," terang Slamet, Rabu (24/6/2026).
Dalam metodologi QS, indikator jaringan riset internasional diukur berdasarkan luasnya negara mitra serta keberlanjutan kolaborasi yang menghasilkan publikasi ilmiah bersama. Untuk mendukung pencapaian tersebut, UMY menerapkan strategi ekspansi global dengan menargetkan minimal dua institusi mitra di setiap negara. Setiap kerja sama juga diarahkan untuk menghasilkan sedikitnya tiga publikasi ilmiah kolaboratif.
Strategi tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas publikasi ilmiah UMY di berbagai disiplin ilmu sepanjang periode 2020-2024. Kelompok ilmu Natural Sciences serta Life Sciences & Medicine menjadi penyumbang artikel ilmiah terbanyak selama periode tersebut.
Di sisi lain, rumpun Arts & Humanities menunjukkan perkembangan yang menarik. Meskipun pertumbuhan jumlah publikasinya cenderung lebih landai dibandingkan bidang lain, disiplin ilmu ini justru mencatat peningkatan signifikan pada dampak sitasi, yang menjadi salah satu indikator penting kualitas dan pengaruh riset di tingkat internasional.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah publikasi yang dihasilkan UMY berjalan seiring dengan penguatan kualitas riset. Berbagai karya ilmiah yang dipublikasikan tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin banyak dijadikan rujukan oleh akademisi dan peneliti di berbagai negara.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Supriyatiningsih menegaskan bahwa arah pengembangan riset di universitas tidak semata-mata berfokus pada jumlah publikasi akademik.
Menurutnya, UMY berupaya memastikan setiap hasil penelitian mampu memberikan solusi konkret bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Karena itu, berbagai agenda penelitian internal, termasuk proyek akademik yang melibatkan mahasiswa, kini diintegrasikan dengan target-target global dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebagai tindak lanjut dari strategi tersebut, UMY tengah menyiapkan kelompok peneliti khusus yang akan bertugas mengarahkan serta menyelaraskan proses hilirisasi hasil riset agar mendukung pencapaian target SDGs secara lebih terukur.
"Bukan cuma pilar penelitian, program pengabdian masyarakat yang digulirkan secara kolaboratif oleh dosen dan mahasiswa juga memegang andil besar dalam mendongkrak poin pemeringkatan di skala global," imbuh Supriyatiningsih yang akrab disapa Upi.
Pada pemeringkatan QS World University Rankings 2027, UMY berhasil mempertahankan posisinya pada kelompok peringkat 1.201-1.400 dunia. Dari 8.808 perguruan tinggi yang melalui proses seleksi dan penilaian, hanya 1.504 institusi yang masuk dalam daftar resmi pemeringkatan tersebut.
Di tingkat nasional, capaian UMY juga semakin menegaskan posisinya dalam peta pendidikan tinggi Indonesia. Pada edisi QS WUR 2027 kali ini, UMY tercatat sebagai universitas Islam terbaik di Indonesia sekaligus menempati posisi perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik kedua secara nasional.
Dengan capaian tersebut, penguatan jaringan riset internasional UMY diproyeksikan terus menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan reputasi akademik kampus di tingkat global serta memperluas kontribusi penelitian terhadap berbagai agenda pembangunan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































