Ramadhipa: Ilmu dari Veda dan Mario Sangat Berharga

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA—Pebalap muda berbakat asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Kiandra Ramadhipa, terus mematangkan persiapannya di kancah balap motor internasional. Remaja berbakat ini mengaku banyak menyerap ilmu dari dua seniornya, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, guna menghadapi ketatnya persaingan di level dunia.

Ramadhipa menyadari bahwa pengalaman kedua seniornya yang telah lebih dulu mencicipi aspal Eropa sangat krusial, terutama dalam memahami atmosfer kompetisi dan karakteristik sirkuit baru. Dukungan informasi dari mereka menjadi modal penting agar ia tidak perlu meraba-raba saat mulai memacu motor di lintasan internasional.

“Karena mereka sudah balap di sana, saya harus punya informasi dari mereka,” ungkapnya pada Selasa (28/4/2026).

Pelajari Strategi hingga Karakter Tikungan

Adaptasi cepat menjadi kunci kesuksesan Ramadhipa di lintasan. Masukan dari Veda dan Mario mencakup banyak aspek teknis, mulai dari penentuan racing line yang optimal, pemahaman mendalam tentang karakter tikungan, hingga penyusunan strategi balapan yang efektif.

Bagi Ramadhipa, proses belajar adalah perjalanan tanpa henti. Bahkan di sirkuit yang sudah pernah ia jajaki sebelumnya, ia tetap membuka diri untuk berdiskusi demi meningkatkan performa di sesi berikutnya. “Ilmu tidak ada batasnya. Bahkan di sirkuit yang sudah saya kenal, saya tetap minta pendapat untuk improve di sesi berikutnya,” imbuhnya.

Jadikan Mario Aji sebagai Panutan Sikap

Kedekatan khusus dijalin Ramadhipa dengan Mario Aji yang kini tengah berkiprah di ajang Moto2. Di mata Ramadhipa, sosok Mario bukan sekadar pemberi motivasi, melainkan cerminan etika dan sikap seorang pebalap profesional yang patut ditiru.

“Mario selalu memberi semangat. Saya ingin belajar dari pengalaman dan attitude-nya,” ujar pebalap yang kini menjalani musim penuh di Red Bull Rookies Cup tersebut.

Unggul secara Teknis lewat Perbandingan Data

Selain dukungan moral, Ramadhipa mendapatkan keuntungan teknis yang signifikan. Kehadiran mekanik yang pernah bekerja sama dengan Veda Ega kini menjadi bagian dari timnya, sehingga ia bisa melakukan perbandingan data performa secara langsung.

Hal ini memudahkan dirinya untuk memetakan kelebihan dan kekurangan di setiap sektor lintasan. “Data bisa dibandingkan, jadi saya tahu di mana kekurangan saya dan bisa terus berkembang,” jelasnya.

Optimisme Seusai Kemenangan di Jerez

Langkah Ramadhipa di kancah internasional semakin mantap seusai ia berhasil mencuri perhatian dunia dengan meraih kemenangan perdana di Race 2 Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Jerez. Prestasi gemilang ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang luar biasa untuk menghadapi seri berikutnya, sekaligus membuktikan bahwa pebalap asal Sleman mampu bersaing sejajar dengan talenta global.

Kini, fokusnya beralih pada persiapan tampil di FIM Moto3 Junior World Championship 2026. Dengan dukungan data teknis dan bimbingan dari para senior, Ramadhipa optimis dapat melanjutkan tongkat estafet pebalap Indonesia yang disegani di kancah balap motor dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|