Ragam Cara Ditempuh Trump Tekan Iran, Tetapi yang Ada Justru Semakin Buktikan Kegagalan AS

2 weeks ago 38

Potret peluncuran rudal High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) untuk menyerang Iran yang dilansir CENTCOM AS. Peluncuran itu dari wilayah yang diduga di salah satu negara Teluk.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Setelah mengerahkan hampir seluruh instrumen tekanannya—mulai dari sanksi, unjuk kekuatan militer, hingga tekanan politik—ancaman baru Donald Trump terhadap Iran justru menunjukkan kebuntuan strategis Washington, bukan kekuatan Amerika Serikat.

Menurut catatan Mehr News, dikutip Rabu (15/7/2026), dalam lima bulan terakhir, Donald Trump telah mencoba hampir semua bentuk tekanan terhadap Iran.

Mulai dari ancaman berulang untuk melakukan serangan militer, peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan, dukungan terhadap perang yang berlangsung selama 40 hari, peningkatan tekanan politik, hingga upaya menerapkan blokade laut.

Seluruh langkah tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memaksa Iran mundur dari posisi-posisi strategisnya.

Namun, perkembangan yang terjadi menunjukkan bahwa tidak satu pun dari opsi tersebut mampu mencapai tujuan yang diinginkan Washington.

Kini Presiden Amerika Serikat kembali berbicara tentang kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran, sebuah opsi yang sebelumnya tidak menghasilkan keuntungan bagi Amerika dan, menurut banyak analis Barat, juga tidak memiliki prospek keberhasilan di masa mendatang.

Dalam konteks ini, John Mearsheimer, pakar hubungan internasional terkemuka dan profesor di Universitas Chicago, meragukan efektivitas opsi militer Amerika.

Menurutnya, hingga kini pemerintah AS belum mampu menjelaskan bagaimana serangan militer baru terhadap Iran akan menghasilkan hasil yang berbeda dari sebelumnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|