Prancis Unggul di Atas Kertas Saat Delapan Besar Dimulai

5 hours ago 3

Jumali

Jumali Rabu, 08 Juli 2026 19:07 WIB

Prancis Unggul di Atas Kertas Saat Delapan Besar Dimulai

Prancis vs Maroko/Instagram: equipedefrance

Harianjogja.com, JOGJA—Babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan yang semakin terbuka setelah sejumlah tim unggulan gagal melanjutkan perjalanan. Tersingkirnya Brasil, Belanda, dan Portugal membuat perebutan tiket semifinal berlangsung lebih sulit diprediksi dibandingkan fase-fase sebelumnya.

Delapan tim yang masih bertahan adalah Prancis, Argentina, Spanyol, Inggris, Maroko, Belgia, Swiss, dan Norwegia. Masing-masing datang dengan kekuatan berbeda, mulai dari kedalaman skuad, organisasi permainan, hingga performa individu para pemain bintang.

Di antara seluruh peserta, Prancis menjadi tim yang paling konsisten sepanjang turnamen. Tim asuhan Didier Deschamps menyapu bersih fase grup sebelum menyingkirkan Swedia dan Paraguay pada fase gugur. Kehadiran Kylian Mbappe bersama deretan pemain berkualitas di hampir semua lini membuat Les Bleus dinilai sebagai kandidat terkuat untuk melangkah ke semifinal sekaligus mempertahankan peluang merebut gelar juara dunia.

Argentina juga masih berada dalam kelompok unggulan utama. Sebagai juara bertahan, La Albiceleste menunjukkan karakter kuat saat menghadapi tekanan. Meski harus bekerja keras menyingkirkan Tanjung Verde dan Mesir dengan skor identik 3-2, tim asuhan Lionel Scaloni tetap mampu menemukan cara untuk menang pada momen-momen penting.

Peran Lionel Messi masih menjadi faktor pembeda bagi Argentina. Kapten tim tersebut terus tampil menentukan ketika tim membutuhkan solusi dalam pertandingan yang berjalan ketat.

Sementara itu, Spanyol tampil dengan identitas yang berbeda. Kekuatan utama La Furia Roja terletak pada pertahanan yang sangat disiplin. Mereka menjadi tim pertama yang mencatat enam clean sheet beruntun dalam sejarah Piala Dunia.

Duet Pedri dan Rodri memberikan keseimbangan permainan yang membuat Spanyol mampu mengendalikan tempo pertandingan. Meski lini depan belum sepenuhnya optimal akibat kondisi kebugaran beberapa pemain, organisasi permainan mereka tetap menjadi salah satu yang terbaik di turnamen ini.

Inggris datang ke perempat final dengan sejumlah catatan yang masih perlu diperbaiki. Tim asuhan Thomas Tuchel menunjukkan karakter kuat saat menyingkirkan Meksiko, tetapi konsistensi permainan belum sepenuhnya terlihat. Faktor kebugaran sejumlah pemain inti juga menjadi perhatian menjelang laga berikutnya.

Dari kelompok kuda hitam, Maroko kembali membuktikan bahwa keberhasilan mereka pada Piala Dunia 2022 bukan kebetulan. Wakil Afrika tersebut berhasil melaju ke delapan besar setelah menyingkirkan Belanda dan Kanada. Kepemimpinan Achraf Hakimi menjadi salah satu kunci stabilitas permainan tim.

Belgia juga menunjukkan tren positif. Setelah tampil kurang meyakinkan pada fase grup, mereka bangkit dengan kemenangan telak 4-1 atas Amerika Serikat pada babak 16 besar. Hasil tersebut menghidupkan kembali harapan Belgia untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

Swiss mengandalkan organisasi permainan yang solid dan disiplin. Meski kehilangan Johan Manzambi karena cedera, tim yang diperkuat Granit Xhaka dan Breel Embolo tetap mampu menunjukkan daya saing tinggi. Mereka memastikan tiket perempat final setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti.

Norwegia menjadi kejutan terbesar pada Piala Dunia 2026. Tim yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Odegaard sukses menyingkirkan Pantai Gading serta Brasil. Fleksibilitas taktik yang diterapkan pelatih Stale Solbakken membuat Norwegia menjadi lawan yang sulit diprediksi.

Memasuki fase delapan besar, kualitas skuad saja tidak akan cukup untuk menentukan pemenang. Ketahanan fisik, efektivitas penyelesaian akhir, kemampuan membaca situasi pertandingan, serta kedalaman pemain cadangan diperkirakan menjadi faktor yang akan menentukan tim mana yang mampu melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|