REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Presiden Prabowo memerintahkan kepada kepala daerah menuntaskan masalah sampah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pun mengingatkan pesan Presiden Prabowo kepada para bupati dan wali kota di Jabar. Apalagi KDM mengaku sering mengingatkan kepala daerah untuk mengatasi masalah sampah.
"Tinggal semua bupati dan wali kota. Biasa kan yang ngotot urusan sampah gubernur, sekarang presiden," ucap dia, Selasa (3/2/2026).
Ia merasa imbauannya terkait pengelolaan sampah jarang didengar oleh bupati dan wali kota. Dedi pun mengaku heran jika sampai imbauan presiden Prabowo Subianto juga tidak didengar.
"Kalau dulu gubernur gak didenge (didengar), masa presiden gak didenge (didengar)," ungkap dia.
Di wilayah Bandung Raya permasalahan sampah masih belum tertangani dengan baik. Di sejumlah ruas jalan sering ditemukan tumpukan sampah.
Akibatnya, pemandangan menjadi tidak nyaman dan bau sampah yang kurang sedap. Di beberapa tempat pembuangan sampah pun sering terjadi penumpukan.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi pantai di Bali yang dipenuhi sampah dan dinilai merusak citra pariwisata nasional. Presiden menegaskan persoalan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut wajah Indonesia di mata wisatawan dunia.
Prabowo menyampaikan perhatian tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. Ia menilai kebersihan lingkungan merupakan prasyarat utama keberlanjutan pariwisata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Presiden menampilkan dokumentasi kondisi pantai di Bali pada Desember 2025 yang dipenuhi sampah plastik. “Ini nyata. Bali, bulan Desember 2025. Ini pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ kalau yang mereka lihat sampah?” kata Prabowo di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki peran langsung dalam penanganan sampah, mengingat satuan pendidikan dan aparatur berada di bawah kewenangan kepala daerah. Presiden mendorong keterlibatan sekolah, aparatur sipil negara, hingga badan usaha milik negara (BUMN) untuk melakukan kerja bakti rutin di kawasan publik.
Prabowo menyatakan pemerintah pusat siap turun tangan apabila daerah bergerak lamban. Ia memerintahkan unsur TNI, Polri, serta BUMN mengerahkan personel dalam kerja bakti massal membersihkan lingkungan.
“Kita sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” ujarnya.

2 hours ago
1















































