Polres Lombok Timur Pantau SPBU, Respons Keluhan Antrean Panjang BBM

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TIMUR, – Kepolisian Resort (Polres) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Polres langsung menerjunkan tim untuk memantau pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan memastikan ketersediaan stok di lapangan.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, di Lombok Timur, Selasa, menyatakan bahwa langkah pengecekan langsung ini dilakukan bersama jajaran Polres dan Polda NTB. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan stok BBM mencukupi dan distribusi berjalan normal sesuai kebutuhan masyarakat.

"Ini penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi," kata AKBP Ariakta Gagah Nugraha.

Hasil Pemantauan Sementara

Dari hasil pemantauan sementara, Kapolres mengungkapkan bahwa stok BBM di sejumlah SPBU relatif tersedia. Namun, ia tidak menampik adanya faktor lain yang memicu penumpukan kendaraan saat pembelian di SPBU.

"Dari hasil monitoring, ada beberapa jam operasional SPBU yang mungkin tidak sesuai dengan jam aktivitas masyarakat, sehingga kemarin sempat menimbulkan kepadatan antrean," ungkapnya.

Kapolres mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan dan mengidentifikasi penyebab utama penumpukan kendaraan di sejumlah titik SPBU.

Isu Mafia BBM Masih Diselidiki

Terkait isu adanya dugaan mafia BBM, Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi pelanggaran dalam distribusi BBM.

"Kalau terkait mafia, kami masih belum bisa menyimpulkan. Yang jelas, kami masih menelusuri apa penyebab pasti hingga terjadi penumpukan kendaraan," tegasnya.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus mencegah potensi gangguan yang dapat merugikan masyarakat.

"Kami himbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sembari menunggu hasil penelusuran resmi dari pihak kepolisian terkait kondisi distribusi BBM di wilayah Lombok Timur," pungkas AKBP Ariakta.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|