Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Halangi Rencana Perdamaian Gaza

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Indonesia mengecam keras serangan militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Kecaman ini disampaikan menyusul aksi militer yang dinilai merusak proses gencatan senjata dan memperparah krisis kemanusiaan terhadap warga Palestina.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pernyataan resmi tersebut disampaikan melalui akun X resmi Kemlu pada Rabu.

"Serangan ini dengan sengaja menghalangi implementasi Rencana Perdamaian Gaza dan memperburuk penderitaan rakyat Palestina," tegas pernyataan Kemlu. Jakarta mendesak Israel untuk segera dan secara permanen menghentikan operasi militer serta memenuhi seluruh komitmen dalam perjanjian gencatan senjata.

Serangan Mematikan Pascakesepakatan Damai

Kecaman ini muncul setelah serangan militer Israel pada hari Minggu yang menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina. Di antara korban jiwa terdapat tiga anak-anak dan seorang bayi yang belum lahir, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Serangan tersebut terjadi hanya dua hari setelah Presiden AS Donald Trump dan Dewan Perdamaian mengumumkan kesepakatan untuk mengimplementasikan gencatan senjata Gaza fase kedua, yang berlaku efektif mulai 10 Oktober 2025. Ironisnya, kekerasan justru meningkat di tengah upaya perdamaian tersebut.

Para pejabat Palestina melaporkan bahwa serangan berkelanjutan dan pembatasan bantuan yang ketat telah melemahkan gencatan senjata. Mereka mencatat ribuan dugaan pelanggaran yang menyebabkan 1.230 kematian dan 4.076 korban luka selama masa gencatan senjata berlangsung.

Dukungan untuk Proses Politik Kredibel

Di sisi lain, Indonesia menyambut baik pernyataan Hamas dan faksi-faksi Palestina yang beraliansi yang menerima peta jalan implementasi gencatan senjata fase kedua. Langkah ini dinilai konsisten dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

"Ini adalah langkah penting menuju pengakhiran konflik," ujar pernyataan Kemlu. Jakarta juga mendesak semua pihak untuk memastikan perlindungan penuh bagi warga sipil, tenaga medis, dan pekerja kemanusiaan, serta menjamin kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa di seluruh Gaza.

Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung proses politik yang kredibel menuju Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Solusi Dua Negara. Sikap ini sejalan dengan resolusi PBB yang relevan dan parameter yang disepakati secara internasional.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini, sejak Oktober 2023, telah menghancurkan wilayah kantong padat penduduk tersebut. Estimasi resmi menunjukkan konflik telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, melukai lebih dari 174.000 orang, serta menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur sipil Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|