Persik vs PSBS Biak Memanas, VAR Gagalkan Penalti Tuan Rumah

1 hour ago 1

Persik vs PSBS Biak Memanas, VAR Gagalkan Penalti Tuan Rumah Logo BRI Super League. / Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Duel sengit tersaji di Stadion Brawijaya saat Persik Kediri menjamu PSBS Biak dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Super League 2025/2026,  Kamis (5/3/2026) malam. Pertandingan yang diwarnai intervensi Video Assistant Referee (VAR) terkait pembatalan penalti itu masih tertahan dengan skor 0-0 hingga turun minum.

Sejak peluit sepak mula dibunyikan, Macan Putih langsung mengambil inisiatif serangan. Menit-menit awal menjadi panggung tekanan bagi tuan rumah, meski barisan pertahanan PSBS Biak masih tampil cukup disiplin untuk meredam agresivitas tim asuhan pelatih Persik.

Saling Jual Beli Serangan dan Peluang Emas

Memasuki menit ke-15, PSBS Biak nyaris membungkam publik Kediri melalui skema serangan balik cepat. Kombinasi apik antara Heri Susanto dan Ruyery menciptakan peluang emas di depan gawang, namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat jala tuan rumah urung bergetar.

Persik Kediri membalas melalui bola-bola mati. Pada menit ke-18, Ezra Walian dilanggar keras oleh Nelson Alom yang membuahkan tendangan bebas. Ezra sendiri yang mengeksekusi bola, namun sepakannya masih mampu diamankan dengan sempurna oleh kiper PSBS, Kadu.

Tekanan Persik kembali hadir pada menit ke-29 melalui bola mati lainnya, tetapi sapuan bersih bek lawan menggagalkan upaya tersebut.

PSBS Biak pun tak tinggal diam. Luquinhas hampir mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33 lewat tendangan spekulasi, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang M. Adi Satryo.

Drama Intervensi VAR

Momen paling krusial pada babak pertama terjadi pada menit ke-37. Jon Toral terjatuh di kotak terlarang seusai berduel fisik dengan Sandro Embalo.

Wasit sempat menghentikan pertandingan untuk berkomunikasi dengan ruang kontrol VAR guna meninjau potensi penalti bagi Persik Kediri.

Namun, seusai peninjauan mendalam, wasit memutuskan bahwa insiden tersebut merupakan kontak fisik yang wajar (natural contact) dan bukan sebuah pelanggaran.

Keputusan itu membuat pendukung tuan rumah harus menahan harapan karena laga kembali dilanjutkan tanpa hadiah tendangan penalti.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor imbang 0-0 tetap bertahan dalam laga yang berlangsung intens di Stadion Brawijaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|