Perbandingan Jumlah Jamaah Haji yang Dirawat saat Armuzna dengan Tahun Lalu

1 week ago 22

Jamaah haji Indonesia saat mabit di Muzdalifah usai melaksanakan wukuf di Arafah di Makkah, Arab Saudi, Rabu dini hari (27/5/2025).

Oleh: Fernan Rahardi dari Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah mengungkapkan jumlah jamaah haji Indonesia yang dirawat pasca puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI, dr Dani Pramudya, mengatakan saat ini jumlah jamaah yang menjalani perawatan tercatat sekitar 210 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai lebih dari 300 pasien.

“Untuk yang sekarang ini pasca Armuzna yang kita rawat itu hampir 210 jemaah. Kalau yang tahun lalu mungkin sekitaran 300 jemaah. Penyebabnya karena istithaah-nya mungkin kurang tahun lalu. Tapi sekarang karena kita perketat istithaah-nya ya alhamdulillah (menurun),” ujar Dani Pramudya kepada tim Media Center Haji (MCH) di Aziziyah, Makkah, Kamis (4/6/2026).

Menurut Dani, kelelahan menjadi penyebab utama jamaah harus mendapatkan perawatan setelah menjalani rangkaian ibadah haji, khususnya saat pelaksanaan Armuzna. Selain faktor kelelahan, sebagian jemaah yang dirawat juga memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang sudah dibawa sejak dari daerah asal.

“Faktor pertama memang karena kelelahan pasca Armuzna, itu memang paling banyak kasusnya karena kelelahan. Dan ditambah juga adanya komorbid yang membawa dari daerah,” ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|