Perang Makin Ganas, Iran Ungkap Rahasia Besar Bos FBI

12 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan siber yang dikaitkan dengan Iran kembali memanas di tengah konflik dengan Amerika-Israel. Kali ini, sasaran utamanya adalah Direktur FBI Kash Patel, yang email pribadinya dilaporkan diretas dan disebarluaskan ke publik.

Kelompok peretas bernama Handala Hack Team mengklaim telah membobol akun email pribadi Patel dan merilis ratusan data, termasuk foto-foto pribadi yang menunjukkan aktivitas sehari-harinya. Kelompok itu menyebut Patel kini masuk dalam daftar "korban sukses" serangan mereka.

Pihak FBI membenarkan adanya upaya peretasan tersebut. Namun, otoritas menegaskan bahwa data yang bocor bersifat lama dan tidak mencakup informasi sensitif milik pemerintah. Juru bicara FBI Ben Williamson menyatakan langkah mitigasi telah dilakukan untuk menekan potensi risiko lebih lanjut.

"Kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memitigasi potensi risiko yang terkait dengan aktivitas ini, serta menambahkan bahwa data yang terlibat bersifat historis dan tidak mencakup informasi pemerintah," ujar Williamson, dikutip dari Reuters, Senin (30/3/2026).

Aksi ini diyakini menjadi bagian dari strategi tekanan Iran terhadap Amerika Serikat. Menurut analis keamanan siber, serangan semacam ini tidak hanya bertujuan mencuri data, tetapi juga untuk mempermalukan pejabat publik dan menciptakan rasa kerentanan di tingkat elite pemerintahan.

Kelompok Handala sendiri disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan unit intelijen siber Iran, meskipun mereka mengklaim sebagai peretas vigilante pro-Palestina.

Dalam beberapa pekan terakhir, mereka juga mengaku berada di balik serangan terhadap perusahaan kesehatan Stryker serta membocorkan data karyawan perusahaan pertahanan Lockheed Martin.

Selain foto-foto Patel, para peretas juga mempublikasikan sampel lebih dari 300 email, yang tampaknya berisi campuran korespondensi pribadi dan pekerjaan dari periode 2010 hingga 2019.

Gil Messing, kepala staf di perusahaan keamanan siber Israel Check Point, mengatakan bahwa operasi peretasan dan kebocoran data terhadap Patel merupakan bagian dari strategi Iran untuk mempermalukan pejabat Amerika Serikat dan membuat mereka merasa rentan. Menurutnya, Iran saat ini menggunakan segala cara yang mereka miliki.

Serangan terhadap email pribadi pejabat senior bukanlah hal baru. Peretas sebelumnya juga pernah membobol akun Gmail pribadi John Podesta, ketua kampanye Hillary Clinton, menjelang pemilu 2016 dan mempublikasikan datanya melalui WikiLeaks.

Pada 2015, peretas remaja juga berhasil membobol akun AOL pribadi Direktur CIA saat itu, John Brennan, dan membocorkan data pejabat intelijen AS.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|