Pemerintah Jaga Produksi Mineral dan Batu Bara demi Stabilitas Harga Global

2 hours ago 4

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan mengejar peningkatan produksi mineral dan batu bara jika justru menyebabkan harga komoditas jatuh di pasar global. Menurutnya, produksi yang melimpah tanpa diimbangi harga yang baik hanya akan mengurangi penerimaan negara dari sektor pertambangan. 

Bahlil mengatakan kebijakan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Pemerintah ingin menjaga agar produksi tetap berjalan, tetapi harga komoditas Indonesia tidak tertekan akibat kelebihan pasokan di pasar.

"Idealnya itu kita menambangnya banyak tapi juga harganya harus bagus. Kalau kita produksinya banyak harganya enggak bagus, negara rugi enggak?" kata Menteri ESDM berupa pertanyaan balik kepada awak media, di Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026). 

Menurut Bahlil, pengelolaan sumber daya alam tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang. Karena itu, pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan volume produksi agar cadangan mineral tetap terjaga dan mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal dalam jangka panjang. 

Ia menjelaskan peningkatan produksi secara berlebihan ketika permintaan pasar tidak bertambah justru akan memicu koreksi harga. Akibatnya, komoditas yang seharusnya dapat dijual dengan harga lebih tinggi dalam waktu yang lebih panjang kehilangan nilai ekonominya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|