REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana melakukan pembaruan atau update rambu bahaya di sejumlah tempat wisata. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut yang dapat menimpa wisatawan maupun masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lali Muhammad Hatta, menyatakan bahwa rambu-rambu bahaya sebenarnya telah terpasang di berbagai lokasi. Namun, kondisinya saat ini banyak yang rusak dan hilang.
"Rambu-rambu bahaya di tempat wisata itu telah dipasangkan semua, hanya saja ada yang rusak maupun hilang," ujar Lali Muhammad Hatta di Lombok Tengah, Senin.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya saat ini sedang mengusulkan anggaran revitalisasi rambu bahaya. Pembaruan akan dilakukan secara menyeluruh di semua destinasi wisata, termasuk kawasan pantai, air terjun, dan wisata buatan.
"Kami segera melakukan update rambu bahaya di tempat wisata tersebut. Yang jelas kami update di semua tempat wisata, sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan," tegasnya.
Kawasan Pantai Semeti Dinilai Ekstrem
Desakan untuk memperbarui rambu bahaya ini menguat setelah terjadinya insiden kecelakaan yang menimpa wisatawan di kawasan Pantai Semeti, Kecamatan Praya Barat. Lali Muhammad Hatta menyebut kawasan tersebut memang cukup berbahaya karena karakteristiknya yang berupa batu karang dengan ombak besar.
"Kawasan itu cukup berbahaya, karena itu batu karang dan ombaknya cukup besar. Tempat itu memang cukup ekstrem," katanya.
Ia mengimbau agar wisatawan tidak mengunjungi titik-titik berbahaya hanya untuk sekadar berswafoto atau mengambil video. Peringatan ini disampaikan mengingat insiden terbaru yang melibatkan empat wisatawan di Pantai Semeti.
Kronologi Kecelakaan di Pantai Semeti
Sebelumnya, Tim SAR gabungan Mataram mengevakuasi empat wisatawan yang jatuh saat berswafoto di kawasan Pantai Semeti pada Minggu lalu. Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, menjelaskan peristiwa itu bermula sekitar pukul 12.00 WITA.
Korban atas nama Sabila (asal Desa Sekotong) terjatuh dari tebing dan terseret ombak. Melihat kejadian itu, tiga rekannya, yakni Anisa (asal Desa Karang Bakan Kuripan), Dimas, dan Fedi (asal Pancor Tempos) berusaha meraih dan menolong korban.
Mereka kemudian meminta bantuan kepada warga dan nelayan setempat. Informasi kecelakaan tersebut juga diteruskan ke Tim SAR Mandalika. Seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat menuju Klinik Selong Medical Service.
"Dari empat korban, satu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia atas nama Sabila, dan tiga korban lainnya mengalami luka-luka," ungkap Gde Eka Suarjana.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
4

















































