REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menekankan pentingnya inovasi sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Inovasi dinilai tidak cukup hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi harus menghasilkan dampak nyata bagi kualitas lingkungan, ketahanan masyarakat, dan keberlanjutan kegiatan ekonomi.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan investasi dan aktivitas produksi perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang tetap menjaga sumber daya alam. Pertumbuhan ekonomi, menurut dia, tidak seharusnya berlangsung dengan mengorbankan lingkungan maupun masyarakat di sekitar wilayah kegiatan usaha.
“Kualitas lingkungan dan ketahanan masyarakat harus menjadi bagian strategi pertumbuhan ekonomi. Kita perlu memastikan bahwa investasi dan kegiatan produksi menjaga sumber daya alam yang menopang pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Rachmat dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Nusa Dua, Bali.
Menurut Rachmat, inovasi yang dikembangkan dunia usaha perlu diarahkan pada perbaikan kualitas lingkungan, penguatan kegiatan ekonomi, sekaligus peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga memperkuat daya tahan sosial dan ekologis.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan ENSIA menjadi salah satu ruang untuk mendorong praktik beyond compliance atau upaya yang melampaui sekadar pemenuhan ketentuan regulasi. Menurut dia, kepatuhan lingkungan idealnya tumbuh lebih dahulu dari kesadaran etik sebelum harus ditegakkan melalui instrumen hukum.
“Dalam mewujudkan kepatuhan etik lingkungan, ada yang sifatnya imbauan moral, kemudian perintah-perintah religi, dan yang terakhir adalah menggunakan instrumen hukum. Sehingga mereka yang tidak bisa diperintah secara moral, tidak bisa diperintah secara religi, ya kita perintah secara hukum,” kata Jumhur.
Ia menilai keberlanjutan membutuhkan kesadaran yang melampaui kewajiban administratif. Karena itu, dunia usaha didorong tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga mencari terobosan yang mampu mengurangi tekanan terhadap lingkungan sekaligus memperkuat masyarakat.
Dalam ajang tersebut, PT Kideco Jaya Agung meraih tujuh penghargaan atas inovasi dan praktik keberlanjutan di bidang lingkungan serta sosial. Penghargaan itu mencakup empat kategori Platinum, dua Gold, dan satu Silver.
Empat penghargaan Platinum diberikan untuk kategori Efisiensi Energi, Efisiensi Air, Penurunan Emisi, dan Pengelolaan Sampah. Kideco juga memperoleh dua penghargaan Gold untuk Pengelolaan Limbah B3 dan Inovasi Sosial, serta satu penghargaan Silver untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati.
Deputi Direktur Legal and Corporate Affairs Kideco Wicaksono W. Santoso mengatakan pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional. Menurut dia, inovasi menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan usaha memberikan manfaat yang dapat diukur bagi lingkungan dan masyarakat.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang memenuhi standar dan regulasi, tetapi juga bagaimana inovasi dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan dampak yang nyata dan terukur bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Wicaksono.
sumber : Antara

4 hours ago
4
















































