REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Indonesia dan Bulgaria sepakat untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral. Dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Senin, Bulgaria diposisikan sebagai pintu gerbang strategis bagi produk Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa yang lebih luas.
Komitmen ini ditegaskan kembali dalam pertemuan antara Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev. Menyoroti 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Budi menyatakan optimismenya bahwa pembicaraan ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi kedua belah pihak.
"Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Kami berharap pertemuan hari ini dapat mendorong pertumbuhan ini," ujar Budi dalam pernyataannya. Dalam kesempatan itu, Menteri Budi meminta dukungan Poulev untuk implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang ditargetkan dapat berlaku pada awal tahun 2027.
Menanggapi inisiatif tersebut, Poulev menyambut baik perluasan hubungan ekonomi dan menegaskan kembali dukungan Bulgaria terhadap kerangka IEU-CEPA. "Sebagai negara yang terletak di bagian timur Uni Eropa, kami dapat berfungsi sebagai pintu gerbang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa yang berpenduduk 450 juta jiwa," kata Poulev.
Poulev menekankan adanya potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk pertumbuhan komersial bilateral, khususnya di sektor pertanian, komponen otomotif, dan daging bersertifikat halal. Untuk menjaga momentum, ia mengusulkan pengaktifan kembali Indonesia-Bulgaria Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) pada paruh pertama tahun 2027.
Perdagangan antara kedua negara mencapai 230,8 juta dolar AS pada tahun 2025, menghasilkan surplus perdagangan sebesar 64,2 juta dolar AS bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke Bulgaria tercatat sebesar 147,4 juta dolar AS, dengan komoditas utama meliputi bijih nikel, aluminium tidak ditempa, produk baja, dan margarin. Sementara itu, impor dari Bulgaria mencapai 83,1 juta dolar AS, yang didominasi oleh gandum, instrumen medis, rempah-rempah, tembakau yang belum diolah, dan peralatan pertahanan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
3
















































