PBB: El Nino Berpotensi Picu 49 Juta Orang Alami Kelaparan

1 hour ago 2

Newswire

Newswire Kamis, 06 Agustus 2026 09:17 WIB

 El Nino Berpotensi Picu 49 Juta Orang Alami Kelaparan

Zeinab, 14, duduk dia memegang keponakannya di sebuah kamp untuk para pengungsi internal dari daerah-daerah yang dilanda kekeringan di Dollow, Somalia. /REUTERS-Zohra Bensemra

Harianjogja.com, MOSKOW—Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan fenomena El Nino yang diperkirakan semakin intens pada periode 2026-2027 berpotensi memperburuk krisis pangan global. WFP memproyeksikan hampir 49 juta orang dapat mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027 akibat dampak perubahan pola cuaca tersebut.

Dalam keterangannya pada Rabu (6/8/2026), WFP menyebut fenomena El Nino berisiko memperburuk kondisi di puluhan negara yang sejak awal telah menghadapi masalah ketahanan pangan.

"El Nino periode 2015-2016 berdampak pada ketahanan pangan 60-100 juta orang. Analisis awal WFP memproyeksikan bahwa El Nino periode 2026-2027 ini bisa menyebabkan sedikitnya 49 juta orang lainnya mengalami kerawanan pangan akut pada akhir 2027," kata WFP.

WFP Analisis 45 Negara Rentan

Program Pangan Dunia PBB melakukan analisis terhadap 45 negara yang selama ini menghadapi persoalan ketahanan pangan.

Dalam kajian tersebut, El Nino diperkirakan memengaruhi pola curah hujan, suhu udara, hingga meningkatkan potensi kekeringan maupun banjir yang berdampak langsung terhadap produksi pangan.

WFP juga menyebut fenomena El Nino kali ini berpotensi menjadi salah satu yang paling kuat sejak pencatatan dimulai pada 1950. Hal itu dikaitkan dengan suhu permukaan laut yang telah mencapai rekor tertinggi.

Puncak El Nino diperkirakan terjadi pada September hingga Desember 2026, sementara dampaknya masih akan berlanjut hingga sepanjang 2027.

Afrika dan Asia Tenggara Berpotensi Terdampak

Menurut WFP, kawasan yang diperkirakan menerima dampak paling besar adalah Amerika Tengah dan Afrika bagian selatan.

Selain itu, penurunan kondisi ketahanan pangan juga diperkirakan terjadi di Afrika Timur, Asia Selatan, serta Asia Tenggara.

El Nino sendiri merupakan fenomena alam ketika suhu permukaan laut di kawasan khatulistiwa Samudra Pasifik meningkat hingga berada di atas kondisi normal. Perubahan tersebut memengaruhi pola iklim di berbagai belahan dunia.

Dalam laporan PBB yang dirilis pada Juli 2026 disebutkan bahwa jumlah penduduk dunia yang menghadapi kelaparan menurun selama tiga tahun berturut-turut pada 2025.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 608 juta hingga 696 juta orang yang menghadapi krisis pangan secara global.

OCHA Soroti Krisis Kemanusiaan di Gaza

Di sisi lain, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Senin (3/8/2026) melaporkan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk.

OCHA menyebut sekitar 10% penduduk Gaza telah mencapai ambang kelaparan atau Tahap 5 IPC dalam Klasifikasi Tahap Ketahanan Pangan Terpadu, yaitu tahap sebelum status kelaparan resmi ditetapkan.

Badan PBB tersebut juga menyatakan 67% penduduk Jalur Gaza menghadapi kerawanan pangan akut dan setiap hari harus berjuang memperoleh makanan pokok.

Menurut laporan itu, situasi diperparah oleh terganggunya distribusi bantuan kemanusiaan, runtuhnya rantai pasokan lokal, serta krisis finansial yang memengaruhi operasi bantuan internasional.

OCHA memperingatkan bahwa beberapa jam ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan dalam skala besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|