Pakistan: 9 Orang Tewas Akibat Bentrokan dengan Afghanistan

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI - Pakistan menuduh pasukan perbatasan Afghanistan menargetkan warga sipil dalam rangkaian bentrokan perbatasan terbaru. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya sembilan orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam dua hari terakhir.

Menteri Informasi Islamabad, Attaullah Tarar, dalam unggahan di platform media sosial X pada Jumat (1/5/2026) menyatakan bahwa korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak, serta 12 orang lainnya terluka. Tarar mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat penargetan warga sipil tanpa provokasi dan bersifat kriminal oleh pasukan perbatasan Afghanistan di distrik suku Bajaur, wilayah barat laut.

Ia menambahkan bahwa pada Jumat, tiga warga sipil yang sedang bermain kriket terluka akibat serangan drone quadcopter yang disebutnya terang-terangan dan memalukan oleh Fitna Al Khwarij. Islamabad menyebut militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang anti Pakistan sebagai Fitna Al Khwarij, yang menurut pihak Pakistan didukung oleh Kabul.

Kendati demikian, tidak ada reaksi langsung terhadap tuduhan Islamabad dari Kabul, yang di masa lalu telah membantah mendukung TTP. 

Adapun pada awal pekan ini, Afghanistan menyatakan bahwa sedikitnya empat warga sipil tewas dan 70 orang, termasuk 30 pelajar, terluka dalam serangan rudal yang diduga dilakukan oleh Pakistan di Provinsi Kunar, timur laut Afghanistan. Kabul menyebutkan bahwa permukiman warga serta Universitas Sayed Jamaluddin Afghani turut terkena serangan udara tersebut.

Tarar menolak tuduhan Kabul sebagai tidak berdasar dengan mengatakan bahwa Pakistan hanya menargetkan tempat persembunyian teroris dan infrastruktur pendukungnya, sambil sangat berhati-hati untuk menghindari korban sipil. Namun, klaim dari kedua belah pihak tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pakistan dan Afghanistan mengalami beberapa bentrokan perbatasan terburuk pada Maret, yang menewaskan ratusan warga sipil dan militan di kedua sisi perbatasan. Bentrokan tersebut berhenti setelah Kabul dan Islamabad mencapai gencatan senjata pada malam Hari Raya Idul Fitri, salah satu hari besar umat Muslim, pada 18 Maret, setelah adanya permintaan dari Turki, Arab Saudi, dan Qatar.

Selanjutnya, pejabat dari Pakistan dan Afghanistan mengadakan pembicaraan selama sepekan yang dimediasi oleh Beijing di kota Urumqi, wilayah barat laut China. Beijing menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk membahas rencana komprehensif guna menyelesaikan masalah yang memengaruhi hubungan bilateral.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|