REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Nilai tukar petani (NTP) di Sumatera Utara mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,88 persen pada Januari 2026 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan ini dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara yang menyebutkan bahwa NTP mencapai 150,83 pada bulan tersebut.
Statistisi Ahli Utama BPS Provinsi Sumut, Misfaruddin, menjelaskan bahwa kenaikan NTP dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani (It) menjadi 187,90. Peningkatan ini terutama disumbang oleh komoditas seperti kelapa sawit, karet, kemenyan, gabah, dan kopi.
Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun 1,04 persen menjadi 124,58, dengan komoditas penyumbang utama cabai merah, bawang merah, dan bibit kopi. Ini menandakan bahwa meskipun biaya yang dibayar petani menurun, pendapatan yang diterima dari hasil penjualan komoditas meningkat lebih signifikan.
Peningkatan NTP paling dirasakan oleh petani di sektor tanaman perkebunan rakyat, yang mengalami kenaikan 4,97 persen dari 202,90 pada Desember 2025 menjadi 212,99 pada Januari 2026. Selain itu, nilai tukar pada nelayan juga naik 3,64 persen dari 104,99 menjadi 111,54. Namun, NTP hortikultura mengalami penurunan 9,63 persen dari 98,57 pada Desember 2025 menjadi 89,08 pada Januari 2026.
Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 2,03 persen menjadi 153,53 pada Januari 2026. Kenaikan ini didukung oleh komoditas utama seperti kelapa sawit, karet, dan kopi yang tetap menjadi penyumbang signifikan bagi perekonomian petani di Sumatera Utara.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 month ago
17








































