Musik di Spotify dan Film di Netflix Terancam Kena Pajak Impor

16 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Perundingan WTO berujung buntu setelah Brasil menolak perpanjangan moratorium bea impor atas produk digital. Tanpa perpanjangan, negara di seluruh dunia kini bisa mengenakan pajak impor atas produk digital, termasuk musik dan film yang di-streaming dari luar negeri.

Sikap keras Brasil membuat pembicaraan para negara anggota WTO untuk mereformasi organisasi "perdagangan bebas dunia" tersebut, di Kamerun, terhambat. Namun, perundingan WTO akan diteruskan di Jenewa pada Mei.

Reuters menyatakan banyak pihak menempatkan perundingan di Kamerun sebagai tolak ukur relevansi WTO di tengah tumbuhnya kecenderungan negara-negara di dunia untuk mengambil sikap unilateral. Pemicunya adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengubah drastis tarif impor untuk negara-negara di seluruh dunia.

Posisi Brasil yang menolak perpanjangan moratorium tarif ecommerce lebih dari 2 tahun membuat para negara anggota tak bisa mencapai konsensus.

Tanpa perpanjangan, Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iwaela menyatakan moratorium ecommerce dalam kesepakatan WTO sudah kadaluarsa.

Namun, ia berharap agar moratorium bisa dilanjutkan setelah Brasil dan AS berhasil mencapai kesepakatan. Amerika Serikat ingin agar moratorium tarif atas ecommerce dijadikan permanen, sedangkan Brasil ingin agar moratorium hanya diperpanjang selama 2 tahun.

Menurut Reuters, para diplomat masih berusaha mencari titik temu antara Brasil dan Amerika Serikat dengan menawarkan perpanjangan selama 4 tahun dengan 1 tahun periode sunset. 

Brasil kemudian mengusulkan perpanjangan selama 4 tahun tetapi dengan kesempatan untuk "review" pada tahun kedua. Usulan tersebut ditolak.

Perwakilan dari AS menyatakan Brasil menolak "dokumen yang sudah mendekati konsensus" dan menuduh bahwa penghambatan kesepakatan bukan "AS vs Brasil tetapi Brasil dan Turki vs 164 negara anggota"

Di sisi lain, diplomat Brasil menuduh AS mengada-ngada. "Dalam 4-5 tahun, tidak ada yang bisa memprediksi ecommerce bakal seperti apa, ini berpengaruh terhadap kebijakan banyak negara."

Kesepakatan soal ecommerce disebut sebagai kunci untuk mendapatkan restu dari Presiden AS Donald Trump untuk kesepakatan baru WTO.

Poin kesepakatan lain yang telah dicapai di Kamerun antara lain adalah perubahan proses pengambilan keputusan yang berdasarkan konsensus serta pemberian benefit untuk negara-negara berkembang.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|