REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pagi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, terasa lebih riuh dari biasanya. Derap langkah para perantau berpadu dengan suara pengumuman keberangkatan kereta yang berulang dari pengeras suara. Di sudut ruang tunggu, keluarga-keluarga duduk berdekatan, sebagian menggenggam tiket perjalanan, sebagian lagi memeluk tas dan koper yang akan menemani mereka pulang ke kampung halaman.
H-7 menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, gelombang mudik mulai terasa. Sejumlah penumpang tampak memadati area keberangkatan kereta antarkota di Stasiun Pasar Senen, Sabtu. Sebagian mengantre menuju pintu peron, sementara yang lain menunggu panggilan keberangkatan bersama keluarga.
Banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang yang diperkirakan semakin meningkat mendekati hari raya.
Putri (25), misalnya. Warga Jakarta Barat itu sengaja memilih perjalanan lebih awal menuju kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Baginya, menunda keberangkatan hanya akan membuat perjalanan semakin padat dan melelahkan.
“Kalau berangkat dekat hari raya pasti lebih ramai dari hari ini. Hari ini saja sudah ramai, apalagi nanti,” ujarnya.
Pilihan serupa diambil Noer (73), penumpang lanjut usia yang berangkat dari kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, menuju Yogyakarta bersama keluarganya. Ia mengaku baru memperoleh tiket keberangkatan pada hari ini.
“Karena dapat tiketnya hari ini. Semoga diberi kelancaran dan tidak ada gangguan apa pun,” katanya.
Sementara itu, Risalda (20), seorang mahasiswa yang berasal dari Jakarta, juga memanfaatkan awal masa libur kuliah untuk melakukan perjalanan. Ia tiba di Stasiun Pasar Senen setelah menempuh perjalanan dari Solo.
“Saya pilih jadwal hari ini karena kebetulan dari kampus juga baru libur kemarin,” ujarnya.
Di dalam stasiun, petugas terlihat sigap membantu mengatur arus penumpang yang terus berdatangan dengan membawa berbagai barang bawaan. Suasana menjadi semakin sibuk seiring pengumuman keberangkatan kereta yang terdengar secara berkala, mengingatkan para calon penumpang agar segera menuju peron sesuai jadwal perjalanan.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menunjukkan hampir 50 ribu penumpang meninggalkan Jakarta pada Sabtu ini. Hingga pukul 11.42 WIB, tercatat sebanyak 49.895 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta.
Pada saat yang sama, arus kedatangan juga tetap berjalan. Sebanyak 30.841 penumpang tercatat tiba di Jakarta pada hari yang sama.
Di berbagai daerah tujuan mudik, aparat keamanan pun mulai bersiap menyambut lonjakan mobilitas masyarakat. Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kepolisian Resor Malang mengimbau para pemudik agar tidak ragu memanfaatkan berbagai layanan yang telah disiapkan apabila mengalami kendala selama perjalanan.
Kepala Polres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan pihaknya telah mendirikan delapan pos selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung pada 13–25 Maret. Pos-pos tersebut disiapkan untuk mengamankan arus mudik, liburan, hingga arus balik Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tidak ragu memanfaatkan pos-pos yang telah disiapkan jika membutuhkan bantuan dari petugas,” ujarnya.
Delapan pos tersebut terdiri atas satu pos terpadu yang berada di Jalan Raya Karanglo, sekitar Gerbang Tol Singosari. Selain itu, terdapat satu pos pelayanan di kawasan Jalur Lingkar Barat di Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Kepanjen.
Adapun pos pengamanan ditempatkan di lima lokasi strategis, yakni Karangploso, Gubugklakah yang merupakan akses menuju Gunung Bromo, Slorok, Kendalpayak, serta kawasan Jalur Lingkar Selatan di Bantur.
Selain pos tetap, Polres Malang juga menyiapkan satu pos polisi bergerak yang berpatroli di sejumlah jalur rawan kepadatan, seperti Karanglo–Karangploso, Kebonagung–Bendo, Talangagung, hingga kawasan Slorok.
sumber : Antara

4 hours ago
4
















































