Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan sejumlah titik krusial transportasi akan mengalami lonjakan penumpang yang signifikan selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Langkah pemetaan ini dilakukan seiring dengan masifnya pergerakan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan pulang kampung ke berbagai wilayah di Indonesia menggunakan beragam moda transportasi.
"Berkaitan dengan simpul transportasi, kita mencatat baik stasiun, bandara, terminal, pelabuhan, dan lintas penyeberangan, beberapa simpul yang menunjukkan angka yang cukup besar," kata Menhub di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam.
Pada sektor kereta api, kepadatan penumpang diprediksi akan terpusat di stasiun besar seperti Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Cikarang, hingga Bandung sebagai titik keberangkatan utama.
Adapun tujuan favorit para pemudik yang menggunakan jalur rel kereta api diprediksi masih didominasi oleh kota-kota di Jawa, termasuk Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Kutoarjo, hingga Purwokerto.
Beralih ke sektor transportasi udara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperkirakan menjadi titik asal paling sibuk, disusul oleh Sultan Hasanuddin Makassar, Ngurah Rai Bali, Supadio Pontianak, serta Minangkabau di Sumatra Barat.
Sementara itu, destinasi udara yang paling banyak diburu oleh masyarakat meliputi Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Kualanamu di Sumatera Utara.
Untuk jalur darat, arus penumpang bus akan mendominasi Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Bekasi, Purabaya Sidoarjo, serta Kalideres, dengan kota tujuan utama mengarah ke Solo, Wonogiri, Sidoarjo, Bandung, dan Tasikmalaya.
Pada sektor angkutan laut, Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak diprediksi menjadi magnet pergerakan penumpang bersama pelabuhan besar lainnya seperti Makassar, Ambon, dan Semarang.
Sedangkan untuk lintasan penyeberangan antarpulau, rute Merak-Bakauheni, Lembar-Padang Bai, hingga Kupang tetap menjadi jalur paling padat yang menghubungkan arus kendaraan dan manusia antarprovinsi secara masif.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memperkirakan total pergerakan pemudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang, atau sedikit menurun 1,7 persen dibandingkan periode tahun lalu.
Guna mengantisipasi puncak arus mudik yang jatuh pada 16 dan 18 Maret, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kebijakan work from anywhere (WFA) bagi para pegawai guna memecah kepadatan di jalan raya maupun terminal.
"Kami melakukan beberapa simulasi yang pada akhirnya kita merasakan bahwa kita perlu untuk mengajukan kebijakan work from anywhere atau kalau istilah dari Kemenpan RB adalah flexible working arrangement [kebijakan itu telah disetujui]," kata Menhub.
Terkait strategi penanganan arus balik yang dijadwalkan menerapkan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret 2026 mendatang agar distribusi kepulangan masyarakat lebih merata di seluruh simpul transportasi utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































