REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu(12/9/2026) malam. Perhelatan ini diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi yang akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Prof Abu Rokhmad mengatakan, cakupan kompetisi MTQ Nasional XXXI dirancang menjangkau peserta dari berbagai kelompok usia dan bidang keahlian Alqur’an. Kompetisi mencakup kategori anak-anak hingga dewasa, tilawah, qiraat, hafalan, tafsir, hingga cabang yang menguji kemampuan intelektual dan seni Alqur’an.
“MTQ Nasional sebagai instrumen pembinaan Alqur’an yang inklusif dan menjangkau lintas generasi,” ujar Abu Rokhmad saat menyampaikan laporan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, peserta akan berlaga dalam beragam kategori, mulai hafalan satu juz hingga 30 juz, serta tafsir Alqur’an dalam tiga bahasa. Keragaman cabang tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Alqur’an tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pemahaman, penafsiran, penulisan, dan pengembangan seni yang berkaitan dengan Alqur’an.
Dari sisi penilaian, penyelenggara menyiapkan 155 Dewan Hakim untuk mengawal seluruh proses kompetisi. Mereka telah melalui tahapan penyiapan sesuai dengan standar penyelenggaraan MTQ Nasional, dengan independensi, objektivitas, dan profesionalitas menjadi aspek penting untuk menjaga kredibilitas hasil musabaqah.
“Independensi, objektivitas, dan profesionalitas Dewan Hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,” kata dia.

6 hours ago
6
















































