Motif Pembacokan Pelajar di Depan SMAN 3 Jogja Terungkap, Ini Faktanya

6 hours ago 7

Motif Pembacokan Pelajar di Depan SMAN 3 Jogja Terungkap, Ini Faktanya

Konferensi pers kasus pembacokan kotabaru di Polresta Jogja, pada Jumat (22/5/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA — Kasus pembacokan pelajar yang terjadi di depan SMAN 3 Jogja, kawasan Kotabaru, Gondokusuman, mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap, aksi brutal tersebut dipicu oleh aktivitas patroli kelompok geng yang bersiap menghadapi potensi tawuran antar pelajar.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Eva Guna Pandia menjelaskan, para pelaku yang tergabung dalam geng bernama Vozter sengaja berkeliling menggunakan sepeda motor setelah menerima informasi akan adanya bentrokan di wilayah Jalan Magelang.

"Motifnya bahwa pelaku yang tergabung dalam kelompok geng Vozter mendengar informasi adanya tawuran geng di Jalan Magelang, bermaksud untuk menjaga wilayahnya," ujar Pandia dalam jumpa pers di Polresta Jogja, Jumat (22/5/2026).

Peristiwa tragis itu bermula saat korban bersama rekannya melintas dari kawasan Mrican, Gejayan, dengan tujuan mencari kelompok lawan. Sebelumnya, terjadi saling tantang yang mengarah pada rencana tawuran di sekitar Jalan Magelang.

Di simpang tiga Borobudur Plaza, korban berpapasan dengan rombongan pelaku. Ketegangan muncul saat pelaku mencoba mengidentifikasi asal sekolah korban.

“Rombongan pelaku mendekati korban sambil bertanya, "Sekolah ngendi kowe?" (Sekolah di mana kamu?) dan dijawab oleh korban dengan kata-kata, "Kepo." Kemudian rombongan pelaku kembali bertanya, "Sekolah ngendi kowe?" dan kembali dijawab oleh korban dengan kata-kata, "Ora sekolah."(Tidak sekolah),” jelas Pandia.

Situasi semakin memanas ketika korban berhenti di sekitar bundaran Samsat dan justru menantang balik dengan memutar sabuk gesper. Rombongan pelaku yang sempat menjauh kemudian berbalik arah dan melakukan pengejaran.

“Sesampainya di bundaran depan Kantor Samsat, rombongan pelaku sempat meninggalkan korban dengan berbelok arah berbeda, dan sambil teriak ke arah rombongan pelaku, korban berhenti dan menantang sambil memutar-mutarkan sabuk gesper,” ungkapnya.

Korban berusaha melarikan diri ke arah timur menuju kawasan Abu Bakar Ali hingga Kridosono. Namun nahas, saat mencoba meminta pertolongan warga, korban justru terjatuh setelah sepeda motornya ditendang oleh pelaku.

Dalam kondisi terjatuh, salah satu pelaku mengayunkan celurit sepanjang 70 cm ke arah dada korban hingga mengalami luka fatal. Korban sempat dilarikan ke RS Panti Rapih, namun tidak berhasil diselamatkan.

Polisi telah mengamankan tiga pelaku yang ditangkap di wilayah Cilacap. Dua di antaranya berinisial LTF alias Lupek (18) warga Gondomanan dan YSF (18) asal Mlati, Sleman. Sementara satu pelaku lainnya masih berstatus anak di bawah umur.

Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, memastikan pihaknya masih memburu empat pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi. Salah satu buronan diduga berperan penting dalam membantu pelarian para pelaku.

"Satu orang pelaku ini yang kita duga kuat merupakan otak dari kaburnya para pelaku enam orang itu. Karena dari keterangan tiga orang yang kita lakukan penangkapan, satu orang inilah yang memberikan fasilitas untuk tiga orang itu kabur ke Cilacap," katanya.

Polisi juga mengungkap bahwa pertemuan antara korban dan pelaku terjadi secara tidak sengaja. Kelompok korban disebut tidak memiliki janji tawuran dengan geng Vozter, melainkan dengan kelompok lain.

Dalam kasus ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi mengimbau empat pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri. Selain itu, masyarakat, khususnya para orang tua, diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|