Jelang Iduladha 2026, 1.718 Hewan Kurban di Jogja Dipastikan Sehat

5 hours ago 6

Jelang Iduladha 2026, 1.718 Hewan Kurban di Jogja Dipastikan Sehat

Ilustrasi Penjual kambing kurban di Jalan Batikan, Nardi tengah menjajakan daganganya, Kamis (13/6) - Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pergerakan jual beli hewan kurban di Kota Jogja mulai menggeliat. Untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan yang beredar, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar tiban yang tersebar di berbagai titik.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Pemeriksaan dilakukan secara langsung oleh tim gabungan guna memastikan setiap hewan yang dijual benar-benar dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi syariat sebagai hewan kurban.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja, Sri Panggarti, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara rutin dan menyasar pasar-pasar tiban yang menjadi pusat transaksi musiman.

“Kita bersama tim melaksanakan pemantauan di pasar tiban untuk hewan-hewan yang diperjualbelikan untuk persiapan Hari Raya Idul Adha. Sekarang semua semakin sadar, memasukkan hewan pasti dipilih yang sehat,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Sejauh ini, DPP Kota Jogja telah melakukan sekitar 50 kali pemantauan, termasuk 29 kali di pasar tiban. Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 1.718 ekor hewan telah diperiksa, terdiri atas 127 sapi, 1.432 domba, dan 159 kambing.

Hasilnya cukup menggembirakan. Seluruh hewan yang diperiksa dinyatakan dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan kasus penyakit serius, meski beberapa hewan sempat mengalami gangguan ringan yang langsung ditangani di lokasi.

“Kalau ada keluhan atau ditemukan sakit ringan, kita bantu diobati. Kalau penyakitnya harus ditangani lebih serius nanti kita arahkan ke poliklinik. Tetapi alhamdulillah sampai saat ini semuanya sehat,” kata Sri.

Selain pemeriksaan langsung, DPP juga mengedukasi pedagang dan masyarakat terkait ciri-ciri hewan kurban yang sehat. Di antaranya mata terlihat jernih, gerakan aktif, nafsu makan baik, serta kondisi mulut dan hidung bersih tanpa lendir. Cermin hidung yang lembap juga menjadi indikator penting kesehatan hewan.

Dari sisi pasokan, hewan kurban di Jogja tidak hanya berasal dari wilayah DIY, tetapi juga didatangkan dari luar daerah. Domba menjadi jenis hewan yang paling banyak diperjualbelikan, mengingat harga yang relatif lebih terjangkau dan permintaan yang tinggi.

DPP pun mengingatkan pentingnya dokumen resmi berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan keamanan.

“Yang paling sederhana untuk mengetahui hewan sehat atau tidak adalah meminta SKKH dari daerah asal,” ujarnya.

Sementara itu, aktivitas penjualan di pasar tiban juga diakui belum sepenuhnya ramai. Salah satu pedagang di PPHQ Siliran Kidul, Agus Sumantoro, menyebut penjualan tahun ini sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sudah ada yang laku tiga, tapi sekarang masih agak sepi dibanding tahun lalu. Mungkin karena barengan musim sekolah,” katanya.

Harga kambing yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis. Tahun ini, jumlah stok juga sedikit berkurang, yakni sekitar 60 ekor, dengan 16 ekor sudah terjual.

Dengan pengawasan ketat dan meningkatnya kesadaran masyarakat, DPP Kota Jogja optimistis peredaran hewan kurban tahun ini tetap aman, sehat, dan sesuai syariat, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang saat Iduladha tiba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|