Jumali Kamis, 02 Juli 2026 13:07 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Memasuki fase gugur Piala Dunia 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada perebutan tiket menuju final. Persaingan individu untuk meraih penghargaan Sepatu Emas atau Golden Boot juga semakin panas setelah empat penyerang terbaik dunia terlibat dalam pertarungan yang sangat ketat.
Hingga berakhirnya sebagian besar pertandingan babak 32 besar, Lionel Messi dan Kylian Mbappe masih berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan koleksi enam gol. Namun posisi keduanya belum sepenuhnya aman karena Harry Kane dan Erling Haaland terus menempel dengan torehan lima gol.
Selisih yang sangat tipis membuat setiap pertandingan pada fase gugur berpotensi mengubah peta persaingan. Satu gol tambahan saja dapat menggeser posisi puncak dan menjadi penentu siapa yang akan membawa pulang penghargaan individu paling prestisius bagi para penyerang.
Harry Kane menjadi sosok yang paling banyak mencuri perhatian dalam beberapa hari terakhir. Kapten Timnas Inggris itu berhasil menambah dua gol saat membawa The Three Lions mengalahkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1 pada babak 32 besar.
Dua gol tersebut bukan hanya menjaga peluang Kane dalam perebutan Golden Boot, tetapi juga mengantarkannya mencatat sejarah baru. Penyerang Bayern Muenchen itu kini mengoleksi 13 gol sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia.
Jumlah tersebut membuat Kane melampaui rekor legenda Brasil, Pele, yang mencatatkan 12 gol sepanjang kariernya di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Catatan itu semakin memperkuat posisi Kane sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Timnas Inggris. Selain memburu gelar juara dunia bersama negaranya, Kane kini berpeluang menambah pencapaian individu yang akan memperkokoh warisannya di sepak bola internasional.
Di sisi lain, Erling Haaland tetap menjadi ancaman serius. Meski gagal menambah gol pada pertandingan terakhir Norwegia, striker Manchester City tersebut masih berada dalam jalur persaingan.
Ketajaman Haaland sepanjang turnamen menunjukkan bahwa dirinya mampu mencetak gol dalam berbagai situasi. Kemampuan memanfaatkan ruang sempit dan kekuatan fisiknya membuat pertahanan lawan harus selalu waspada.
Sementara itu, Lionel Messi kembali membuktikan kualitasnya sebagai pemain yang mampu tampil menentukan meski telah memasuki usia 39 tahun. Kapten Argentina tersebut menjadi pusat permainan Albiceleste sekaligus tetap produktif dalam urusan mencetak gol.
Performa Messi di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa pengaruhnya belum memudar. Setiap gol yang dicetak membantu Argentina menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya.
Di kubu Prancis, Kylian Mbappe juga terus menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik generasi saat ini. Dengan kecepatan, insting mencetak gol, serta kemampuan menembus pertahanan lawan, Mbappe masih menjadi andalan utama Les Bleus dalam perburuan gelar dunia.
Persaingan antara Messi dan Mbappe menjadi sorotan tersendiri karena keduanya saat ini berbagi posisi teratas daftar top skor. Jika Argentina dan Prancis mampu melaju hingga partai puncak, duel keduanya berpotensi menjadi salah satu cerita terbesar sepanjang turnamen.
Meski empat nama tersebut menjadi favorit utama, peluang pemain lain belum sepenuhnya tertutup. Vinicius Junior, Ousmane Dembele, serta sejumlah penyerang yang masih bertahan di kompetisi tetap memiliki kesempatan mengejar ketertinggalan apabila tampil tajam pada babak berikutnya.
Namun dengan semakin sedikitnya jumlah pertandingan yang tersisa, margin kesalahan menjadi sangat kecil. Setiap gol akan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding fase grup.
Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 kini menjadi salah satu drama paling menarik menjelang babak 16 besar. Apakah Messi mampu menambah koleksi penghargaan individunya, Mbappe mempertahankan dominasinya, Kane melanjutkan momentum bersejarahnya, atau Haaland memulai era baru di panggung dunia, semuanya masih terbuka.
Yang pasti, persaingan empat penyerang elite tersebut diprediksi akan menjadi salah satu perebutan Golden Boot paling ketat dalam sejarah Piala Dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































