Foto ilustrasi beras. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah memastikan kondisi stok beras nasional dalam posisi aman dengan capaian mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah dan diproyeksikan terus bertambah hingga menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan langsung hasil pengecekan lapangan di gudang Bulog, di Makassar. Ia memastikan data ketersediaan beras sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Gudang penuh, stok beras melimpah. Saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Optimisme peningkatan stok juga didukung produksi di sejumlah daerah, termasuk di Sulawesi Selatan yang mengalami lonjakan signifikan. Produksi yang sebelumnya sekitar 300.000 ton kini telah melampaui 700.000 ton.
Menurut Amran, peningkatan tersebut tidak lepas dari kebijakan strategis pemerintah, mulai dari perbaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, penurunan harga pupuk, hingga transformasi pertanian modern.
Ia menargetkan stok beras nasional dapat segera menembus 5 juta ton. Dengan capaian tersebut, pemerintah meyakini kebutuhan pangan masyarakat akan tetap terjaga hingga 11 bulan ke depan.
“Pangan aman, stok cukup, dan kebutuhan masyarakat terjaga. Tidak perlu ragu,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan mulai berdampak pada Mei 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menyebut penguatan cadangan pangan menjadi strategi utama dalam menghadapi risiko tersebut.
“Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak mitigasi,” ujarnya.
Sementara itu, laporan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menyebut dampak El Nino berpotensi terjadi di wilayah selatan Indonesia, seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Pemerintah melalui Perum Bulog juga terus meningkatkan penyerapan gabah petani guna memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Selain beras, penguatan stok juga dilakukan pada komoditas lain. Per 2 April 2026, stok CPP mencatat beras 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 121.000 kiloliter, gula pasir 49.000 ton, daging sapi 8.000 ton, daging kerbau 3.000 ton, serta daging ayam dan telur masing-masing 39 ton dan 17 ton.
Dengan penguatan berbagai komoditas tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan tetap terjaga menghadapi musim kemarau dan dinamika global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































