Menlu Ungkap Alasan Prabowo Tetap ke Prancis saat Iduladha

3 hours ago 2

Menlu Ungkap Alasan Prabowo Tetap ke Prancis saat Iduladha

Presiden Prabowo Subianto. Antara/Galih Pradipta

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menjelaskan alasan Presiden RI Prabowo Subianto tetap melakukan kunjungan kerja ke Prancis pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Menurutnya, lawatan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris pekan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan hingga pendidikan berbasis teknologi dan sains.

Sugiono mengatakan undangan kunjungan kenegaraan sebenarnya sudah disampaikan Presiden Macron sejak beberapa waktu lalu. Namun agenda tersebut sempat mengalami penyesuaian jadwal sebelum akhirnya direalisasikan pada akhir Mei 2026.

“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” kata Sugiono dalam pernyataan yang disiarkan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan undangan terbaru kembali disampaikan Macron ketika menerima kunjungan Prabowo di Paris pada April 2026 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Macron mengusulkan jadwal kunjungan lanjutan pada akhir Mei.

Menurut Sugiono, Presiden Macron bahkan sempat menawarkan beberapa alternatif tanggal kunjungan kenegaraan kepada Presiden Prabowo.

“Karena sudah diajukan dua kali, Pak Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kerja sebagai balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Sugiono juga telah menyampaikan rencana kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis dalam konferensi pers di Jakarta pada 22 April 2026. Lawatan tersebut disebut menjadi bagian penting dalam penguatan hubungan strategis kedua negara.

Dalam kunjungan Prabowo ke Paris pada 14 April 2026, Presiden RI dan Presiden Macron menggelar pertemuan tertutup membahas sejumlah isu bilateral.

Kerja sama sektor pertahanan menjadi salah satu fokus pembahasan utama, mengingat Indonesia selama ini menjalin kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dengan Prancis.

Selain bidang pertahanan, kedua negara juga membahas peningkatan kolaborasi pendidikan, khususnya pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna mendukung penguasaan teknologi dan transfer keahlian.

Hubungan Indonesia dan Prancis dalam beberapa waktu terakhir memang semakin intensif. Sebelum kunjungan Mei 2026 ini, Presiden Prabowo juga tercatat menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli 2025.

Tak hanya itu, Prabowo kembali melakukan kunjungan ke Prancis pada 23 Januari 2026 untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris pada momentum Iduladha tahun ini pun menjadi bagian dari diplomasi bilateral yang terus diperkuat Indonesia dengan negara-negara mitra strategis di kawasan Eropa, termasuk dalam pengembangan pertahanan, pendidikan, dan teknologi modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|