Menag: Iduladha Bukan Sekadar Kurban, Tapi Momentum Berbagi

4 hours ago 2

 Iduladha Bukan Sekadar Kurban, Tapi Momentum Berbagi

Menteri Agama, Nasaruddin Umar./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perayaan Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat luas.

Menurut Menag, Iduladha menjadi kesempatan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati kebahagiaan yang sama, termasuk memperoleh akses terhadap gizi hewani melalui pembagian daging kurban maupun bantuan sosial.

"Idul Adha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan, salah satunya di Masjid Istiqlal ini,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Masjid Istiqlal Terima Hewan dari Berbagai Kalangan

Nasaruddin menjelaskan hewan yang diterima Masjid Istiqlal pada Iduladha tahun ini tidak seluruhnya berasal dari umat Muslim. Hewan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni hewan kurban, dam, dan bantuan sosial.

Ia menyebut semangat berbagi juga datang dari masyarakat non-Muslim dan berbagai institusi keagamaan lain. Bahkan, sebagian hewan yang diterima Istiqlal berasal dari kontribusi masyarakat umum hingga Gereja Katedral Jakarta.

"Banyak teman kita yang non-Muslim juga menyerahkan hewan kurban. Bahkan, hampir separuh dari total hewan yang ada berasal dari masyarakat umum yang mungkin niatnya tidak dimasukkan sebagai kurban secara syariat Islam. Kami sangat mengapresiasi toleransi dan kepedulian sosial ini," kata Menag.

Menurutnya, secara syariat Islam ibadah kurban memang diperuntukkan bagi umat Muslim yang mampu. Namun, keterlibatan masyarakat lintas agama menunjukkan tingginya solidaritas sosial untuk membantu sesama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap daging kurban.

Istiqlal Terapkan Tiga Skema Pengelolaan

Untuk mengakomodasi berbagai bentuk penyaluran hewan tersebut, Masjid Istiqlal menerapkan tiga mekanisme pengelolaan.

Skema pertama merupakan pengelolaan hewan kurban konvensional yang diniatkan sebagai ibadah kurban wajib maupun sunah bagi umat Islam.

Skema kedua berupa penitipan dam bagi jamaah haji di Arab Saudi yang ingin menyalurkan denda atau penebusan di Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat di tanah air.

Sementara skema ketiga menggunakan jalur bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menampung kontribusi perusahaan maupun individu non-Muslim dalam bentuk bantuan sosial.

63 Sapi dan 18 Kambing Disalurkan

Hingga Iduladha 1447 H, Masjid Istiqlal tercatat menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan seekor domba. Seluruh hewan kurban mulai disembelih pada 28 Mei 2026 sebelum didistribusikan kepada berbagai lembaga dan masyarakat.

Penyaluran daging dilakukan kepada masjid, musala, panti asuhan, majelis taklim, pondok pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam yang berada dalam jaringan binaan Istiqlal.

"Insya Allah sistem pertanggungjawaban di Istiqlal ini kami lakukan dengan transparan. Nanti kami laporkan kembali kepada para penyumbang sesuai dengan bentuk penyerahan dan niatnya masing-masing," katanya.

Menag juga mengonfirmasi bahwa Masjid Istiqlal menerima penyerahan hewan kurban secara resmi dari Presiden dan Wakil Presiden pada malam takbiran.

"Kita ingin masyarakat kita di Indonesia ini tersenyum pada saat Idul Adha, merasakan kebersamaan lewat bantuan dari manapun datangnya," kata Menag.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|