Maskapai yang Mudahkan Mobilitas dan Dukung Pariwisata Singapura-Jakarta

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Purnama Putra

Relasi antara Singapura dan Indonesia begitu dekat di berbagai bidang. Maklum, keduanya merupakan negara tetangga. Singapura yang berpenduduk 6,1 juta jiwa memiliki pendapatan per kapita rata-rata 91 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Adapun Jakarta dengan penduduk sekitar 11 juta jiwa memiliki pendapatan per kapita rata-rata 21 ribu dolar AS atau sekitar Rp 355 juta. Jakarta ditambah wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) memiliki penduduk 41 juta jiwa. Meski dengan pendapatan lebih rendah dibandingkan Singapura, namun dengan jumlah penduduk Jabodetabek lebih banyak maka setidaknya bisa 'mengimbangi' jumlah perjalanan ke negeri jiran.

Dengan angka-angka tersebut, rute Singapura-Jakarta dan sebaliknya menjadi vital dalam menghubungkan kedua negara. Tidak salah, penerbangan dari Bandara Changi (SIN) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) maupun CKG-SIN menjadi sangat penting. Bahkan, dapat dikatakan rute ini adalah penerbangan paling gemuk keluar negeri.

Tidak heran, rute Singapura-Jakarta menjadi layanan paling padat bagi maskapai Singapore Airlines. Berdasarkan data perusahaan per 1 Januari 2026, rute Singapura-Jakarta menjadi yang paling banyak dengan 63 penerbangan setiap pekannya. Jika dirata-rata, terdapat sembilan penerbangan per hari yang dilayani Singapore Airline antara SIN-CGK.

Sebanyak 63 penerbangan tersebut dilayani pesawat Airbus A350-900 dan Boeing B773ERp. Jumlah penerbangan ke Jakarta mengalahkan rute ke Kuala Lumpur (Malaysia) yang dilayani 54 kali sepekan serta Bangkok (Thailand) dan Denpasar (Indonesia) yang sama-sama mencatatkan 42 penerbangan sepekan.

Hal itu menandakan betapa pentingnya rute dari SIN ke CGK. Selain karena memang banyak pelancong dan pebisnis Indonesia yang bepergian ke Singapura dan sebaliknya, sebenarnya banyak pekerja dan mahasiswa yang memanfaatkan rute ini.

Carolina, misalnya, yang sedang kuliah di Singapura, merupakan warga Serpong (pinggiran Jakarta), kerap pulang dan balik lagi untuk meneruskan studinya. Meski tidak selalu, ia menjadi salah satu pelanggan Singapura Airline jika mendapatkan harga tiket terjangkau, untuk menempuh rute SIN-CKG dan sebaliknya.

Karena tersedianya banyak opsi penerbangan maka perpindahan penumpang dari Singapura ke Jakarta dan sebaliknya, menjadi sangat mudah. Mobilitas penduduk kedua negara menjadi lancar untuk bepergian dengan tujuan wisata, berbisnis, atau sekadar mengunjungi saudara dan keluarga.

Banyaknya pilihan waktu penerbangan yang disediakan Singapore Airlines membuat kunjungan warga kedua negara, menjadi sangat tinggi. Sektor pariwisata maupun perdagangan pun menjadi sangat berkembang pesat. Hal itu lantaran rute ini, mudah dijangkau dengan waktu kurang dari dua jam.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2025, Singapura menjadi negara penyumbang terbesar kedua dengan 183.748 wisatawan (12,98 persen) ke Indonesia. Negeri Singa tersebut hanya kalah dari Malaysia yang menempati posisi pertama, dalam lawatan ke Indonesia.

Memang dari jumlah itu tidak semua wisatawan Singapura berkunjung ke Jakarta, apalagi menggunakan pesawat. Sebagian besar malah menjadikan Batam dan Bintan di Provinsi Kepulauan Riau sebagai tujuan wisata, dengan menumpangi feri maupun kapal pribadi. Namun, tetap jumlah yang bepergian ke Jakarta terbilang besar.

Pun sebaliknya, jumlah pelancong Indonesia juga menduduki urutan kedua yang berkunjung ke Singapura di bawah Malaysia. Singapore Tourism Board (STB) melaporkan, sepanjang 2025, sebanyak 2,4 juta wisatawan Indonesia bertandang ke Singapura. Warga Indonesia menjadikan Singapura sebagai salah satu destinasi wisata favoritas karena mudahnya perjalanan dan jarak yang dekat.

Dari data itu menunjukkan, perpindahan warga Singapura ke Indonesia dan Indonesia ke Singapura terbilang masif. Singapura menyumbang urutan kedua jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Begitu juga, Indonesia menduduki peringkat kedua negara yang mengirimkan wisatawan ke Singapura.

Dengan fakta itu, penerbangan SIN-CGK maupun CGK-SIN menjadi wajar tersedia sejumlah opsi. Karena selain Singapore Airlines, maskapai lain juga membuka layanan rute tersebut. Hanya saja, kehadiran Singapore Airline seolah menjembatani mobilitas tinggi warga kedua negara.

Singapore Airline kerap menjadi pilihan karena selain citra positif perusahaan, juga layanan selama penerbangan dianggap memanjakan penumpang. Hal itu yang membuat maskapai milik pemerintah Singapura ini menjadi tulang punggung dalam memindahan dan mengantarkan penumpang dari kedua negara dengan layanan maksimal.

Republika membuktikan sendiri dengan pengalaman berkesan yang didapatkan saat pertama kalinya naik Singapore Airlines. Hal itu terjadi pada medio Februari 2026. Berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, penumpang boarding dan mendarat di Terminal 2 Bandara Changi sesuai jadwal. Selama penerbangan, layanan entertainment dan penyajian makanan dari pramugari menjadi nilai tambah naik maskapai ini.

Ketika awal Maret 2026, Republika juga mendapatkan kesempatan naik Singapore Airlines dengan rute Bandara Indira Gandhi, New Delhi, India ke Bandara Changi. Setelah tiba di Changi dengan transit sebentar sekitar dua jam, Republika berpindah terminal untuk meneruskan penerbangan ke Jakarta.

Selama perjalanan, tidak ada keterlambatan. Pun proses boarding juga tepat waktu, yang diikuti dengan waktu penerbangan sesuai dengan jadwal yang tercantum. Belum lagi, layanan hiburan selama terbang membuat perjalanan sekitar 1 jam 40 menit menjadi tidak terasa. Hal inilah yang menjadi faktor keunggulan yang tak bisa dibantah.

Atas dasar itu, Singapore Airline menjadi 'tulang punggung' pilihan transportasi andal bagi sebagian kalangan dalam mendukung perjalanan wisata, bisnis, maupun perdagangan mereka dari SIN-CKG dan sebaliknya. Didukung nama nama baik dan citra maskapai membuat Singapore Airlines menjadi penghubung warga kedua negara dalam mendukung perputaran ekonomi hingga perkembangan ekosistem wisata dan bisnis.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|