Jumali Kamis, 02 Juli 2026 18:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif di industri kreatif mendapat sorotan tajam dari penyanyi legendaris Madonna. Ikon musik dunia tersebut menilai penggunaan algoritma dan kecerdasan buatan justru berpotensi mengikis nilai-nilai fundamental yang selama ini menjadi roh dalam proses berkesenian.
Dalam wawancara dengan majalah Vogue Italia yang dikutip Variety pada Kamis (2/7/2026), Madonna menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai tren teknologi yang kini merambah dunia musik, seni visual hingga industri hiburan secara luas.
Menurut pelantun lagu Borderline itu, seni sejati lahir dari keberanian bereksperimen, mengambil risiko, dan membangun hubungan antarmanusia. Sementara AI bekerja berdasarkan pola data dan prediksi yang justru menghindari ketidakpastian.
“Algoritma dan kecerdasan buatan adalah kebalikan dari mengambil risiko, dan bagi saya, itu juga kebalikan dari menciptakan seni,” ujar Madonna.
Pernyataan tersebut muncul ketika semakin banyak perusahaan musik, rumah produksi, hingga kreator digital mulai memanfaatkan AI untuk menciptakan lagu, gambar, video, maupun berbagai bentuk karya kreatif lainnya.
Madonna melihat perubahan besar dalam cara seniman membangun karier. Ia mengenang masa awal perjalanan seninya ketika para musisi, penari, pelukis, dan pekerja kreatif lain berkumpul secara langsung untuk bertukar gagasan dan menciptakan karya secara organik.
Menurutnya, suasana kreatif semacam itu kini semakin sulit ditemukan karena banyak pelaku industri lebih fokus mengejar metrik digital seperti jumlah pengikut, tayangan, maupun angka streaming.
“Dulu kami berkumpul bersama para pelukis, musisi, penari, dan seniman lainnya dalam satu ruang. Kami saling menginspirasi dan berkarya dengan niat yang tulus,” katanya.
Madonna mengaku tidak pernah menjadikan posisi tangga lagu maupun jumlah pendengar sebagai ukuran utama keberhasilan. Baginya, nilai sebuah karya tidak ditentukan oleh angka, melainkan oleh kemampuan karya tersebut menyampaikan emosi dan membangun hubungan dengan audiens.
Pandangan itu bahkan dituangkannya dalam lirik lagu Bring Your Love yang memuat kalimat “Don't try to distract me with numbers” atau “Jangan mencoba mengalihkan perhatianku dengan angka.”
Ia menilai budaya digital saat ini terlalu menekankan statistik dan popularitas sehingga berisiko mengaburkan tujuan utama seorang seniman dalam berkarya.
Selain mengkritik AI, Madonna juga menyoroti ketergantungan masyarakat terhadap ponsel dan media sosial. Menurut dia, kreativitas membutuhkan ruang, ketenangan, dan pengalaman hidup yang nyata.
Karena itu, saat mencari inspirasi untuk proyek musik maupun karya lainnya, Madonna sengaja menjauh dari media sosial dan perangkat digital untuk memberi kesempatan pada imajinasinya berkembang secara alami.
“Ada saatnya saya memilih menghilang sejenak. Dengan cara itu, imajinasi bisa terisi kembali,” ujarnya.
Sikap kritis terhadap teknologi sebenarnya bukan hal baru bagi Madonna. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan mendokumentasikan setiap momen melalui media sosial dapat mengurangi kualitas interaksi manusia secara langsung.
Saat pemutaran film dokumenternya, Confessions II – The Film, Madonna bahkan sempat meminta para penggemar menyimpan telepon genggam mereka dan menikmati pengalaman bersama tanpa gangguan layar.
Pernyataan terbaru Madonna kembali menambah panjang daftar tokoh industri kreatif yang mempertanyakan dampak AI terhadap masa depan seni. Di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang, perdebatan mengenai batas antara inovasi dan kreativitas manusia diperkirakan akan terus menjadi isu penting dalam dunia hiburan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































