Liburan di Tengah Tiket Mahal: Nego Sama Dompet atau Tunda?

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga tiket pesawat yang dipicu lonjakan avtur imbas konflik Timur Tengah menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang ingin melancong. Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, mengatakan bahwa liburan tetap bisa dilakukan selama pengelolaan anggaran dilakukan secara bijak dan proporsional.

Menurut Mike, terdapat dua pendekatan yang bisa digunakan dalam menyusun anggaran liburan. Pertama adala dengan langsung menyisihkan sebagian pendapatan, misalnya sekitar 5 persen dari penghasilan bulanan.

"Jadi setiap gajian, 5 persennya dialokasikan khusus untuk liburan. Untuk destinasi atau waktu keberangkatan itu bisa diatur belakangan, yang penting kita sudah punya dana liburannya dulu," kata Mike saat dihubungi Republika, Selasa (7/4/2026).

Pendekatan kedua adalah dengan menentukan terlebih dahulu destinasi dan total biaya liburan. Setelah itu, dihitung kebutuhan tabungan per bulan. Namun menurut Mike, cara ini perlu diperhitungkan secara matang agar tidak membebani keuangan.

Sebagai contoh, jika biaya liburan mencapai Rp 30 juta dan ingin direalisasikan dalam 10 bulan, maka diperlukan tabungan sekitar Rp 3 juta per bulan. Jika penghasilan sebesar Rp 15 juta, berarti sekitar 20 persen dialokasikan untuk liburan, angka yang dinilai cukup besar.

"Kalau porsinya terlalu besar, sebaiknya waktunya disesuaikan. Misalnya diperpanjang menjadi satu atau dua tahun agar beban bulanan lebih ringan," jelas Mike.

la menekankan bahwa tidak ada angka persentase yang benar-benar baku karena anggaran liburan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Namun secara umum, jelas Mike, mengalokasikan 5 persen dari pendapatan bulanan sudah tergolong cukup besar.

"Nah mungkin alternatifnya, anggaran liburan bisa diambil dari pos tabungan dan investasi yang umumnya sebesar 30 persen dari penghasilan, dengan mengambil sebagian kecil saja," kata dia.

Sementara itu, guna menyiasati kenaikan biaya pesawat Mike menyarankan masyarakat untuk lebih fleksibel dalam memili moda transportasi. Jika tiket pesawat dirasa terlalu mahal, opsi seperti kereta atau bus dapat menjadi alternatif, meskipun ada konsekuensi dari sisi kenyamanan dan waktu tempuh.

Selain itu, pemilihan destinasi yang lebih dekat dapat membantu menekan biaya perjalanan. "Biaya perjalanan sangat dipengaruhi jarak dan durasi liburan. Semakin jauh dan semakin lama, biayanya tentu semakin besar," kata Mike.

la juga menyarankan agar aktivitas selama liburan direncanakan secara efisien. Misalnya dengan mengunjungi beberapa tempat dalam satu rute perjalanan untuk menghemat biaya transportasi di lokasi tujuan.

"Pada intinya, saya ingin mengatakan bahwa liburan bukanlah kebutuhan primer, melainkan kebutuhan pelengkap. Oleh karena itu, perencanaannya harus tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak mengganggu cash flow dan kebutuhan utama lainnya," jelas Mike.

Sebagai informasi, pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat domestik sebesar 9 hingga 13 persen. Keputusan itu menyusul naiknya harga avtur. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|