Libur Sekolah, Penumpang KRL Jogja-Palur Naik 30 Persen hingga 5 Juli

13 hours ago 7

Libur Sekolah, Penumpang KRL Jogja-Palur Naik 30 Persen hingga 5 Juli

Penumpang Commuter Line Jogja-Palur keluar dari Stasiun Yogyakarta pada Kamis (2/7/2026). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.

Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan jumlah penumpang terjadi pada layanan Commuter Line Jogja–Palur selama masa libur sekolah. PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat volume pengguna meningkat sekitar 30% dibandingkan hari normal dan diperkirakan masih tinggi hingga berakhirnya liburan pada 5 Juli 2026.

Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, mengatakan rata-rata pengguna harian Commuter Line Jogja–Palur pada hari biasa mencapai sekitar 31.000 orang. Selama musim liburan sekolah, jumlah tersebut mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan kereta komuter untuk bepergian.

"Alhamdulillah semester I 2026 penumpang di Wilayah 6 Jogja mencapai sekitar 5,2 juta. Sebanyak 4,7 juta merupakan pengguna Commuter Line Jogja–Palur, sedangkan Prameks sekitar 500 ribu penumpang," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Purnomosidi menjelaskan, periode libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026 menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah pengguna. Hingga 30 Juni 2026, jumlah penumpang Commuter Line di Wilayah 6 Jogja telah mencapai sekitar 359 ribu orang dan diproyeksikan melampaui 360 ribu penumpang sebelum masa liburan berakhir.

"Kurang lebih kenaikannya sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa," katanya.

Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, KAI Commuter tetap mengoperasikan 34 perjalanan Commuter Line relasi Jogja–Palur setiap hari. Sementara itu, layanan Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Jogja–Kutoarjo masih dijalankan sebanyak 10 perjalanan karena keterbatasan armada.

"Kami masih terkendala ketersediaan armada untuk Prameks. Saat ini KAI juga harus berbagi penggunaan lokomotif dengan layanan kereta jarak jauh selama musim liburan. Namun, KAI sedang memproses pengadaan lokomotif baru yang diharapkan dapat menambah kapasitas layanan pada tahun depan," ujarnya.

KAI Commuter mencatat tiga stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi selama periode liburan, yakni Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Palur. Untuk mengurangi kepadatan di Stasiun Yogyakarta, masyarakat diimbau memanfaatkan Stasiun Lempuyangan sebagai alternatif keberangkatan maupun kedatangan.

Meningkatnya kunjungan wisata ke Yogyakarta juga menjadi salah satu penyebab tingginya penggunaan Commuter Line. Banyak wisatawan memanfaatkan layanan tersebut untuk berkunjung ke kawasan Malioboro dengan biaya transportasi yang terjangkau.

Salah satunya Nana, warga Sragen, yang mengajak teman-temannya berwisata ke Jogja menggunakan Commuter Line dari Stasiun Palur. Ia berangkat sekitar pukul 09.00 WIB untuk menikmati suasana Malioboro sebelum kembali ke Sragen pada siang hari.

"Baru pertama kali naik KRL ke Jogja. Pengen naik kereta saja, jalan-jalan sebentar ke Malioboro lalu pulang lagi. Tarifnya juga murah, cuma Rp8.000," ujarnya.

Nana mengaku perjalanan terasa nyaman karena masih memperoleh tempat duduk sejak berangkat dari Stasiun Palur. Namun, jumlah penumpang mulai bertambah setelah kereta meninggalkan Palur hingga memasuki wilayah Yogyakarta. Menurutnya, tarif yang murah dan waktu tempuh yang relatif cepat menjadi alasan masyarakat memilih Commuter Line sebagai sarana transportasi selama libur sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|