Laporan: Mayoritas Kapal Lolos Blokade Saat Melintasi Selat Hormuz, AS Kecolongan?

3 hours ago 2

Kapal penyapu ranjau USS Santa Barbara (LCS 32) yang membersamai USS Tulsa (LCS 16) tiba di Singapura sebelum bertolak ke Selat Hormuz pada 18 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Analisis data pelayaran menunjukkan bahwa 81 dari 145 kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz dengan melanggar keputusan AS berhasil melakukannya.

Aksi ini berlangsung sejak diberlakukannya blokade terhadap kapal-kapal terkait dengan pelabuhan-pelabuhan Iran pada 13 April lalu, yang mewakili sekitar 56 persen dari total lalu lintas pelayaran sejak keputusan AS tersebut mulai berlaku.

Analisis data dari platform MarineTraffic menunjukkan bahwa 53 kapal yang melanggar keputusan AS telah melintasi Selat Hormuz.

Baik yang datang maupun berangkat dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan Iran, atau yang mengibarkan bendera Iran, di antaranya 11 kapal yang terdaftar dalam daftar sanksi AS.

Selain itu, 28 kapal lain yang terdaftar dalam daftar sanksi dan tidak terkait dengan pelabuhan Iran juga melintasi selat tersebut, sehingga total jumlah kapal yang melanggar mencapai 78 kapal sejak dimulainya blokade AS.

Data tersebut menunjukkan bahwa 11 kapal yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan yang bermarkas di Tiongkok, India, Pakistan, dan Turki gagal melintasi selat tersebut selama periode yang sama.

Analisis ini didasarkan pada pemantauan pergerakan terkonfirmasi dari kapal-kapal yang mengaktifkan perangkat pelacaknya saat melintasi Selat Hormuz.

Analisis tersebut juga menunjukkan bahwa ada kapal yang mematikan perangkat sinyalnya sebelum melintasi selat. Ini berarti angka-angka yang tercantum dalam analisis ini berpotensi jauh lebih tinggi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|