Kulonprogo Kembangkan Menoreh Jadi Pusat Wellness Tourism

22 hours ago 2

Kulonprogo Kembangkan Menoreh Jadi Pusat Wellness Tourism

Wisatawan dengan penuh riang gembira bermain air di Ekowisata Sungai Mudal belum lama ini. Ke depan, Sungai Mudal akan dijadikan wellnes tourism sehingga lebih mengedepankan wisata yang berkualitas. Harian Jogja/Khairul Ma'arif -

Harianjogja.com, KULONPROGO — Kawasan Perbukitan Menoreh mulai dilirik sebagai destinasi unggulan berbasis wellness tourism atau wisata kebugaran. Dinas Pariwisata Kulonprogo menargetkan pengembangan pariwisata yang lebih berfokus pada kualitas (quality tourism) dibandingkan kuantitas wisatawan.

Salah satu destinasi yang menyatakan kesiapan adalah Ekowisata Sungai Mudal. Pengelola setempat bahkan telah mulai mengembangkan konsep wisata yang memadukan kebugaran, budaya, dan pelestarian lingkungan.

Konsep Wellness Dipadukan Budaya Lokal

Pengelola Sungai Mudal, Juwarto, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai paket wisata berbasis kebugaran di kawasan Gunung Tumpeng.

Konsep tersebut mencakup aktivitas seperti meditasi, pijat tradisional, hingga pengalaman berbasis budaya lokal yang tetap menjaga kelestarian alam.

Menurutnya, kawasan Menoreh memiliki keunggulan dari sisi sosial dan budaya. Sungai Mudal bahkan dikenal sebagai ruang terbuka yang inklusif, di mana berbagai pemeluk agama dan kepercayaan dapat menjalankan aktivitas secara berdampingan.

Akses Jalan Jadi Tantangan Utama

Meski potensi besar sudah terlihat, pengembangan wisata di Menoreh masih menghadapi kendala klasik, yakni aksesibilitas. Jalan menuju kawasan perbukitan dinilai masih kurang ramah bagi wisatawan.

Juwarto menilai, jika infrastruktur jalan diperbaiki, Menoreh memiliki peluang besar untuk berkembang seperti kawasan wisata perbukitan lain di Gunungkidul maupun Wonosobo.

Ia bahkan mengusulkan rekayasa jalan dengan konsep kelokan yang lebih landai, termasuk ide “Kelok Empat” yang terinspirasi dari jumlah wilayah kelurahan di Girimulyo.

Perbaikan Jalan Mulai Dikerjakan

Dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah mulai merespons kebutuhan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Septi Adi, menyebutkan sejumlah ruas jalan akan mendapatkan perbaikan.

Perbaikan difokuskan pada akses menuju Sungai Mudal, khususnya jalur utara dari Sukomoyo hingga Pasar Cublak. Rencana penambalan jalan sepanjang sekitar 800 meter kini telah masuk tahap penganggaran dan proses pengadaan.

Jika berjalan sesuai jadwal, kontrak fisik proyek ditargetkan mulai pada Juni mendatang.

Menuju Wisata Berkualitas

Dengan kombinasi konsep wellness tourism, kekuatan budaya lokal, serta dukungan perbaikan infrastruktur, Perbukitan Menoreh berpeluang besar menjadi destinasi unggulan baru di DIY.

Pendekatan quality tourism yang diusung diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|