Konflik Teluk Picu Biaya Umrah-Haji Naik, Ini Strategi Marco Travel

5 hours ago 5

Jamaal ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Mina, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri perjalanan ibadah umrah dan haji tengah menghadapi tekanan berat imbas peran di kawasan Teluk, khususnya Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang berdampak biaya operasional penerbangan. Kenaikan harga avtur menyebabkan harga tiket pesawat untuk jamaah umrah dan haji melonjak.

Ditambah melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS, turut andil dalam kenaikan harga paket perjalanan ibadah tersebut karena memengaruhi harga hotel dan juga biaya fasilitas lainnya. Marco Tour Travel pun ikut terdampak.

Syarif Thalib selaku direktur operasional menjelaskan, travel miliknya saat ini terus melakukan penyesuaian strategi terhadap perubahan tersebut. "Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Syarif mengungkapkan, travel miliknya memberikan pilihan variasi paket perjalanan dengan rentang waktu berbeda hingga fasilitas berbeda yang lebih fleksibel. Tujuannya agar jamaah bisa menyesuaikan biayanya dan tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan yang terus berubah.

Berpengalaman selama 22 tahun, pihaknya optimistis menghadapi kondisi tersebut dengan meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi biaya, serta memberikan edukasi kepada jamaah. Hal itu agar jamaah mengetahui dengan jelas mengapa ada perubahan harga paket perjalanan.

"Pada musim haji tahun ini, Marco Travel tetap menjalankan rangkaian ibadah sunah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina," jelas Syarif.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|