REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – "Jiwaku berasal dari tempat lain. Aku yakin akan hal itu. Dan aku berniat untuk sampai ke sana.”
Kutipan Jalaluddin Rumi itu bukan sekadar kata-kata indah bagi Theresa Corbin. Bagi perempuan keturunan Prancis–Kreol Amerika ini, kalimat sang penyair sufi dunia itu merangkum perjalanan panjang pencarian spiritual yang akhirnya membawanya memeluk Islam.
Theresa Corbin resmi menjadi Muslimah pada 2001. Momen itu ditandai dengan pengucapan dua kalimat syahadat:
Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah. Namun bagi Corbin, Islam tidak pernah berhenti pada dua kalimat tersebut.
“Saya memahami makna syahadat itu. Kalimat itu menyentuh jati diri saya. Tetapi mengatakan bahwa masuk Islam hanya soal mengucapkan beberapa kata sama halnya dengan mengira kita mengenal seseorang hanya karena tahu nama depannya,” ujar Corbin dalam refleksi spiritualnya dikutip dari Aboutislam, Rabu (21/1/2026).
Corbin dikenal sebagai penulis The Islamic Adult Coloring Book dan penulis bersama The New Muslim’s Field Guide.
Ia juga aktif menulis tentang konversi ke Islam, Islamofobia, isu perempuan, serta dialog lintas iman.
Namun jauh sebelum dikenal sebagai penulis Muslim, Corbin adalah seorang pencari makna hidup.
Ia mengisahkan satu fase dalam hidupnya ketika diliputi perasaan kosong yang amat dalam. Bukan sekadar lapar fisik, melainkan kegelisahan batin yang tak bisa dijelaskan.
Ia ingat suatu hari mengemudi tanpa tujuan, seolah berada dalam mode autopilot. Ketika tersadar, ia sudah berada di area parkir sebuah pusat perbelanjaan besar yang menjual hampir segala sesuatu.

1 month ago
15

















































