Keseruan Business Talks Day 2 Jogja Financial Festival 2026

10 hours ago 6
PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan jumlah investor pasar modal Indonesia melonjak signifikan dalam lima tahun terakhir seiring meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi saham. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Kalau dibandingkan tahun 2020 dengan saat ini, angka 10 juta itu sudah jadi 27,4 juta. Dalam lima tahun ada tambahan lebih dari 17 juta investor atau naik lebih dari dua kali lipat," ujar Jeffrey dalam Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, lonjakan investor mulai terlihat sejak pandemi Covid-19 ketika masyarakat mulai aktif mencari alternatif investasi di pasar modal. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY,

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto memaparkan mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berada di posisi defisit dan kaitannya dengan penerbitan surat utang negara. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY,

"Jadi saya akan berangkat dari pemahaman APBN sedikit...APBN adalah salah satu instrumen penting untuk pembangunan. Kita ingin semua mesin pertumbuhan itu bekerja dengan baik, untuk menopang pembangunan," kata Suminto. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Reynaldi Hermansjah saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Reynaldi Hermansjah mengungkapkan rahasia PT SMI menjaga non performing loan (NPL) berada di bawah 1%, tepatnya 0,4%. Rahasia itu diungkapkan Reynaldi saat menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta,. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Reynaldi Hermansjah saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Menurut Reynaldi, aspek pertama yang krusial adalah pemilihan jenis infrastruktur atau proyek-proyek yang akan dibiayai PT SMI. Kemudian, lanjut dia, PT SM bisa memitigasi potensi risiko yang berpotensi terjadi dan juga melakukan monitoring atas pembiayaan infrastruktur tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|