Yogyakarta, CNBC Indonesia - PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkap bahwa pihaknya masih sangat optimis pasar modal Indonesia bisa tumbuh di 2026.
Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya ia melihat tren investasi anak muda terus meningkat. Bahkan, pertumbuhan itu terus terjadi sejak adanya pandemi Covid-19.
"Dua tahun covid jumlah investor tumbuh dari 4-5 juta jadi 10 juta. Tapi kalau dibandingkan tahun 2020 dengan saat ini, angka 10 juta itu sudah jadi 27,4 juta. dalam 5 tahun ada tambah lebih dari 17 juta atau dua kali lipat," ujar Jeffrey dalam Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026).
Pencapaian itu lanjut Jeffrey menandakan bahwa publik sudah semakin paham terkait investasi di Pasar modal. Hal itu sejalan dengan pergerakan ekonomi di Indonesia. Dan kalau di breakdown ulang di tahun lalu penambahan investor baru hanya 2,5 juta investor.
"Artinya optimisme dan kepercayaan tetap ada di pasar modal Indonesia," jelasnya.
Jeffrey mengatakan, salah satu misi BEI yakni meningkatkan literasi pasar modal di Indonesia. Saat ini BEI bekerja sama lebih dari 1000 perguruan tinggi di RI mendirikan galeri investasi. Selain itu BEI juga rutin adakan sekolah pasar modal baik online dan offline.
(dpu/dpu)
Addsource on Google















































