Kepala Bappenas: Dampak El Nino Kini Makin Besar dan Kompleks

2 hours ago 4

Newswire

Newswire Selasa, 04 Agustus 2026 15:57 WIB

 Dampak El Nino Kini Makin Besar dan Kompleks

Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan dampak El Nino dan La Nina kini semakin besar seiring meningkatnya gradasi fenomena iklim tersebut. Kondisi ini dinilai membutuhkan respons yang lebih terintegrasi agar tidak mengganggu ketahanan pangan, energi, dan sumber daya air nasional.

Pernyataan itu disampaikan Rachmat dalam Dialog Nasional "Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat" di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.

“El-Nino, La-Nina, itu bukan sesuatu yang baru, tetapi gradasinya makin hari, makin tahun, ternyata pengaruhnya luar biasa besarnya,” kata Rachmat Pambudy.

Perubahan Iklim Tak Bisa Lagi Dianggap Sepele

Menurut Rachmat, perubahan iklim, terutama kenaikan suhu lingkungan, memberikan dampak yang semakin besar terhadap kondisi alam di Indonesia.

Ia menjelaskan isu perubahan iklim telah berkembang lebih dari dua dekade dan telah mendorong sejumlah negara, seperti India, menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi kekeringan, banjir, mitigasi penyakit, hingga pengembangan tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca.

Dalam konteks Indonesia, Bappenas memiliki tanggung jawab menyusun perencanaan pembangunan nasional, terutama pada sektor pangan, energi, dan air yang sangat dipengaruhi kondisi iklim.

Dorong Respons Dini Berbasis Sains

Rachmat menekankan penanganan perubahan iklim tidak boleh lagi hanya bersifat reaktif. Menurutnya, pemerintah perlu membangun sistem early action atau aksi dini yang didukung analisis iklim dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita harus memastikan bahwa respons yang kita bangun (dalam menghadapi perubahan iklim) tidak hanya lagi bersifat reaktif, melainkan sebuah aksi dini atau early action yang terpadu, terukur, dan berakar kuat pada analisis iklim kita. Dengan fondasi sains dan kerja sama lintas sektor, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan roda pembangunan nasional, tapi membuktikan ketangguhan bangsa Indonesia terhadap dinamika iklim global,” kata Kepala Bappenas.

BMKG Dinilai Punya Peran Strategis

Rachmat menilai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memegang peranan penting dalam menjaga kepastian sektor pangan, energi, dan air di Indonesia.

Ia secara khusus menyoroti pengelolaan sumber daya air. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai seharusnya mampu mengelola potensi air sehingga tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan air.

“Negara kepulauan seharusnya tidak perlu kekurangan air dan tidak perlu kelebihan air, karena dua-duanya bisa kita atasi. Namun ini semua tergantung kesiapan BMKG,” ujar dia.

Selain itu, Rachmat mengatakan pengalaman menghadapi berbagai fenomena iklim pada masa lalu perlu menjadi dasar dalam menyusun strategi menghadapi tantangan di masa mendatang.

Menurutnya, perubahan iklim juga berkaitan erat dengan persoalan pencemaran lingkungan dan pencapaian target net zero emission, baik target tahun 2029 maupun 2060, yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|