Kemarau Panjang, DPRD Kulonprogo Minta Waspadai Kebakaran Lahan

3 hours ago 3

Kemarau Panjang, DPRD Kulonprogo Minta Waspadai Kebakaran Lahan

Personel gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Perbukitan Menoreh, Hargorejo, Kokap pada Minggu (15/10/2023).(IST/Polres Kulonprogo)

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kabupaten Kulonprogo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo memperkuat langkah pencegahan kebakaran lahan di tengah musim kemarau tanpa hujan berkepanjangan. Pemerintah diminta tidak menunggu munculnya kebakaran untuk kemudian melakukan penanganan.

Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin mengatakan pencegahan harus menjadi prioritas karena kebakaran lahan dapat menimbulkan kerugian material, kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga mengancam permukiman warga.

"Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kemudian bergerak. Prinsipnya, pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Menurut Aris, salah satu langkah awal yang perlu dilakukan Pemkab Kulonprogo adalah memetakan wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran lahan tinggi. Kapanewon Lendah dan Sentolo, misalnya, disebut sebagai salah satu titik krusial yang sangat rentan mengalami kebakaran lahan.

Sistem Kewaspadaan Dini Perlu Diperkuat

Aris juga meminta masyarakat dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan. Penyiapan relawan serta Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) di setiap wilayah dinilai penting untuk mempercepat respons ketika muncul titik api.

"Kami meminta Pemda bersama masyarakat membangun sistem kewaspadaan dini berbasis wilayah. Dengan begitu, ketika muncul titik api sekecil apa pun, dapat segera ditangani sebelum membesar," lanjutnya.

Selain membangun kewaspadaan berbasis masyarakat, Pemkab Kulonprogo diminta meningkatkan sosialisasi mengenai larangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar secara sembarangan.

Menurut Aris, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau ditambah hembusan angin dapat membuat percikan api kecil dengan cepat meluas menjadi kebakaran lahan.

Kesiapan personel pemadam kebakaran juga perlu diperhatikan. DPRD Kulonprogo meminta audit serta pengecekan kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) pemadaman dilakukan, termasuk memastikan akses menuju lokasi rawan dan ketersediaan sumber air.

"Untuk wilayah-wilayah yang jauh dari sumber air, Pemkab perlu menyiapkan langkah antisipasi dan solusi teknis sejak dini agar petugas tidak terkendala saat pemadaman," jelas Aris.

Polres Kulonprogo Siapkan 300 Personel

Kesiapsiagaan juga dilakukan Polres Kulonprogo untuk menghadapi potensi kebakaran lahan. Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat mengatakan kondisi El Nino yang berkepanjangan perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Menurut Ridho, penanganan potensi kebakaran membutuhkan koordinasi lintas instansi dan kesiapan seluruh pihak. Kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sarana dan prasarana, tetapi juga kemampuan personel dalam menghadapi kebakaran.

"Polres Kulonprogo telah menyiapkan sekitar 300 personel, termasuk personel di jajaran Polsek, yang telah mendapatkan pelatihan untuk menghadapi potensi kebakaran," ungkapnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Ridho mengingatkan kebakaran lahan dapat bermula dari aktivitas sederhana yang tidak diperhitungkan, seperti membuang puntung rokok maupun membakar sampah.

“Jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang membakar sampah atau membakar lahan secara besar-besaran. Percikan api bisa membakar lahan kita yang sudah kering dan menyebabkan kebakaran,” pungkasnya.

Dengan kondisi kemarau tanpa hujan berkepanjangan, DPRD Kulonprogo menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak awal. Pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan sarpras, ketersediaan sumber air, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko kebakaran lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|