Newswire Kamis, 06 Agustus 2026 07:07 WIB

Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, BRUSSELS— Bencana kekeringan nampaknya tak hanya melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Otoritas di Brussels, Belgia, memutuskan memperpanjang status waspada kekeringan level kuning setelah cadangan air tanah terus mengalami penurunan di tengah cuaca kering yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Keputusan tersebut diambil menyusul evaluasi terbaru terhadap kondisi sumber daya air di Wilayah Ibu Kota Brussels.
Penetapan status itu dilakukan oleh satuan tugas kekeringan bersama perusahaan penyedia air Vivaqua, Otoritas Pelabuhan Brussels, dan Safe.brussels. Keputusan tersebut diambil setelah seluruh pihak meninjau perkembangan situasi terkini, sebagaimana dilaporkan penyiar VRT pada Rabu.
Berdasarkan indeks kekeringan Institut Meteorologi Kerajaan Belgia, Wilayah Ibu Kota Brussels kini berada pada kategori kondisi kering. Sementara itu, sebagian besar wilayah Belgia juga mengalami tingkat kekeringan yang bervariasi, mulai dari kategori "kering" hingga "sangat kering".
Meski pasokan air minum masih dinyatakan stabil, Vivaqua mengingatkan bahwa kekeringan berkepanjangan yang disertai gelombang panas secara berulang berpotensi semakin membebani ketersediaan sumber daya air.
Warga Diimbau Menghemat Penggunaan Air
Selama status waspada masih diberlakukan, pemerintah meminta masyarakat mengurangi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak bersifat mendesak.
Aktivitas yang diminta untuk dibatasi meliputi:
Mencuci mobil.
Mengisi kolam renang.
Membersihkan trotoar dan teras.
Menyiram rumput serta tanaman hias.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.
Risiko Kebakaran Hutan Tetap Tinggi
Cuaca kering yang berkepanjangan juga meningkatkan potensi kebakaran hutan di kawasan tersebut.
Saat ini, status risiko kebakaran hutan di wilayah Brussels masih berada pada level oranye atau sangat tinggi. Sementara itu, wilayah Flanders telah lebih dahulu menerapkan status waspada kekeringan level oranye sejak pertengahan Juli.
Muka Air Tanah Diperkirakan Terus Rendah
Otoritas Pelabuhan Brussels menyatakan telah mengambil berbagai langkah untuk mempertahankan ketinggian air di Kanal Brussels selama periode kekeringan.
Di sisi lain, Badan Lingkungan Flanders (VMM) melaporkan muka air tanah di seluruh wilayah Flanders terus mengalami penurunan setelah hampir satu bulan minim hujan.
Hasil pengukuran pada Minggu (2/8) menunjukkan sebanyak 81 persen titik pemantauan mencatat muka air tanah berada pada kategori rendah hingga sangat rendah untuk periode ini. Dari jumlah tersebut, 56 persen berada pada kategori sangat rendah, sedangkan 25 persen lainnya tergolong rendah.
VMM memperkirakan kondisi muka air tanah yang rendah hingga sangat rendah masih akan mendominasi selama satu bulan ke depan, terlepas dari perkembangan cuaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































