Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Jadi Evaluasi Menyeluruh Keselamatan

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Rabu, 05 Agustus 2026 08:47 WIB

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Jadi Evaluasi Menyeluruh Keselamatan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. /Instagram-Kemenhub.

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna memperkuat standar keselamatan pelayaran, prosedur penanganan keadaan darurat, serta perlindungan bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.

Pemerintah memastikan evaluasi dilakukan secara komprehensif, mulai dari penyebab insiden, pelaksanaan prosedur operasional, hingga sistem keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kemenhub Siapkan Evaluasi 

Dudy mengatakan evaluasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencakup penyempurnaan standar operasional penanganan keadaan darurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan terhadap penumpang dan awak kapal.

“Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia juga menegaskan apabila hasil investigasi menemukan dugaan tindak pidana dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, proses hukum akan ditempuh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Dudy.

Evakuasi Berlanjut, Lima Orang Meninggal Dunia

Kemenhub menyatakan penanganan korban dan investigasi terhadap KMP Mutiara Sentosa II masih terus berlangsung. Saat ini operasi penanganan resmi beralih menjadi Operasi SAR Rutin Kesiapsiagaan.

Memasuki hari ketiga setelah insiden, sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya. Dengan demikian, seluruh 238 orang yang berada di atas kapal, terdiri atas penumpang dan awak kapal, telah berhasil dievakuasi.

Menhub kembali menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut.

“Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ucap Menhub.

KNKT Lakukan Investigasi Penyebab Kebakaran

Untuk mengungkap penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tim investigator KNKT telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan data serta berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub telah menyurati sekaligus memanggil operator KMP Mutiara Sentosa II guna menjalani audit terhadap sistem manajemen keselamatan.

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud.

Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh haknya, mulai dari biaya perawatan dan pengobatan hingga santunan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk memfasilitasi pemulangan jenazah korban ke daerah asal tanpa membebani keluarga.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menjelaskan proses evakuasi korban melibatkan dukungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan pendataan terhadap para korban, saat kondisi darurat kru kapal telah mengarahkan penumpang berkumpul di anjungan dan mengenakan jaket keselamatan sebelum meninggalkan kapal.

“Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya," katanya.

Syafii menegaskan operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian. Posko pengaduan juga masih dibuka apabila terdapat laporan baru dari masyarakat.

"Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat,” tambah Syafii.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|