Jumali Rabu, 02 September 2026 06:57 WIB

Pertandingan antara Timnas U-22 Indonesia vs Vietnam / Instagram : @PSSI_Fai
Harianjogja.com, JOGJA—Vietnam U-20 harus menelan kekalahan pahit pada laga pembuka Grup C Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Menghadapi Korea Utara U-20 di Stadion Viet Tri, Senin (31/8/2026), Vietnam takluk tiga gol tanpa balas setelah tampil cukup solid pada babak pertama.
Pelatih Vietnam U-20 Yutaka Ikeuchi menilai perubahan terbesar terjadi setelah timnya kebobolan pada awal babak kedua. Pemain kehilangan keseimbangan permainan sehingga Korea Utara mampu memanfaatkan situasi untuk mencetak gol berikutnya.
Padahal, Ikeuchi menilai strategi yang disiapkan sebelum pertandingan berjalan cukup baik pada paruh pertama. Vietnam memilih bermain lebih defensif dan menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.
"Di babak pertama, saya rasa seluruh tim bermain sesuai rencana awal. Kami bermain agak defensif dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Meskipun kami tidak mencetak gol terakhir, para pemain bermain cukup baik dalam bertahan," kata Yutaka Ikeuchi dikutip dari Bongda.
Vietnam mampu mempertahankan pendekatan tersebut hingga turun minum. Namun, keadaan berubah setelah Korea Utara mencetak gol pertama tidak lama setelah babak kedua dimulai.
Gol tersebut menjadi awal dari masalah Vietnam. Tim yang sebelumnya mampu menjaga organisasi pertahanan mulai bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan.
Ikeuchi menilai para pemainnya belum cukup berpengalaman menghadapi situasi tersebut. Keinginan untuk segera membalas justru membuat struktur permainan Vietnam menjadi tidak seimbang.
"Kebobolan dua gol dalam waktu singkat menimbulkan kecemasan, mendorong tim untuk menyerang dan mengganggu keseimbangan mereka," ujar Ikeuchi.
Korea Utara kemudian memanfaatkan kondisi tersebut untuk menambah keunggulan. Dalam waktu relatif singkat, Vietnam yang sempat mampu bertahan dengan disiplin akhirnya harus menerima kekalahan 0-3.
Vietnam Kehilangan Nguyen Le Phat
Persoalan Vietnam U-20 tidak berhenti pada kekalahan dari Korea Utara. Mereka juga harus kehilangan Nguyen Le Phat hingga turnamen berakhir.
Gelandang tersebut harus kembali ke klubnya untuk memperkuat tim di kompetisi V-League. Absennya Le Phat menjadi tambahan persoalan bagi Ikeuchi ketika Vietnam masih membutuhkan hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Kekalahan pada laga pertama membuat posisi Vietnam dalam persaingan Grup C menjadi lebih sulit. Mereka harus segera bangkit apabila tidak ingin peluang menuju putaran final Piala Asia U-20 2027 semakin mengecil.
Ikeuchi memilih tidak larut dalam kekalahan tersebut. Pelatih asal Jepang itu meminta timnya menjadikan pertandingan melawan Korea Utara sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi laga berikutnya.
"Tentu saja, ini belum berakhir, jadi kami akan mempersiapkan diri dengan matang untuk pertandingan selanjutnya. Yang penting sekarang adalah meninjau apa yang telah dicapai tim dan apa yang belum," ucap Ikeuchi.
Bagi Vietnam, persoalan utama yang harus dibenahi bukan hanya efektivitas serangan. Kemampuan mempertahankan keseimbangan permainan setelah berada dalam posisi tertinggal juga menjadi pekerjaan rumah penting.
Jika masalah tersebut kembali terjadi pada pertandingan berikutnya, Vietnam berisiko kehilangan poin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga asa lolos dari Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































